Dinkes Sabang Imbau Waspada DBD Saat Musim Hujan

Kantor Dinas Kesehatan Kota Sabang. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang: Memasuki musim penghujan, masyarakat Kota Sabang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan mencatat sejak Januari hingga September 2025 terdapat 43 kasus DBD di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Prisillya C. Golda, mengatakan peningkatan curah hujan berpotensi menambah kasus baru. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Curah hujan yang meningkat dapat menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Karena itu kami mengajak masyarakat melakukan gerakan 3M+, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas,” ujar dr. Prisillya Golda, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, pencegahan dini sangat penting untuk memutus rantai penularan penyakit DBD. Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri otot dan bintik merah.

“Fogging bukan solusi utama dalam pencegahan DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Pencegahan utama tetap dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada tempat bagi nyamuk berkembang biak,” jelasnya.

Menurutnya, kabut insektisida dari fogging hanya efektif terhadap nyamuk yang sedang terbang, sedangkan telur dan jentik tetap hidup di genangan air. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk lebih efektif dalam memutus siklus hidup Aedes aegypti.

Dinas Kesehatan Kota Sabang juga mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin. Melalui partisipasi bersama, diharapkan Sabang dapat menekan angka kasus DBD dan mewujudkan kota yang sehat dan bebas nyamuk.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *