Ragam  

Pidie Jaya Paling Rendah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

Ilustrasi Stop Kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Habapublik.com, Meureudu: Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, tercatat, 967 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di seluruh Aceh sepanjang tahun 2025. Rinciannya 193 anak laki-laki dan 817 perempuan.

Dari data tersebut Kabupaten Pidie Jaya menjadi daerah dengan jumlah kasus paling rendah. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, Sabtu (8/11/2025).

Dijelaskan, korban tidak hanya berasal dari kaum perempuan, tetapi juga laki-laki. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab sekaligus perhatian bagi semua pihak. Bentuk kekerasan yang dialami korban pun beragam, meskipun belum seluruhnya terungkap dalam laporan resmi.

Mengutip dari data Kementerian PPPA, daerah dengan jumlah kasus tertinggi terdapat di Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 136 kasus, disusul Aceh Utara dengan 127 kasus, dan Kota Banda Aceh sebanyak 99 kasus.

Sedangkan kabupaten dengan angka kekerasan paling terendah di Aceh adalah Pidie Jaya dengan hanya delapan kasus, lalu disusul Aceh Singkil sembilan kasus, dan Gayo Lues 13 kasus.

Data dimaksud sebut Arifah berdasarkan laporan yang diterima dan sudah terverifikasi. Ia malah memperingatkan bahwa terdapat kasus lain yang tidak dilaporkan kemungkinan masih jauh lebih banyak.

Lebih jauh ia menuturkan, ironisnya, tingginya kasus kekerasan malah justru terjadi di lingkungan rumah tangga. Bahkan muncul kasus kekerasan seksual di Aceh dilakukan oleh ayah tiri, hingga ayah kandung sendiri.

“Ini butuh perhatian dari berbagai komponen agar perempuan dan anak-anak di Aceh terlindungi dari kekerasan dan pelecehan dalam rumah tangga, serta tindakan lain yang merugikan mereka,” pintanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *