Daerah  

Wabup Pidie Jaya Mohon Alat Berat untuk Mengatasi Erosi Sungai Pasca Bencana Banjir

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, didampingi dari unsur polri dan warga gampong setempat, memantau langsung kondisi kritis Gampong Meunasah Lhok, Meureudu paska terjangan banjir besar. Foto: Ist.

Habapublik.com, Meureudu: Pascabencana banjir dahsyat yang meluluh lantakan hampir seluruh kawasan di Pidie Jaya, tidak hanya menyebabkan duka mendalam bagi korban, namun juga menyisakan banyak masalah yang mendesak penyelesaian.

Seperti kondisi sejumlah alur sungai dilaporkan mengalami erosi, pergeseran dan penggerusan permukiman warga. Pergeseran aliran sungai di beberapa titik membuat tebing semakin rapuh sehingga warga di sekitar makin khawatir.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, yang menyaksikan langsung kondisi lapangan, tepatnya di Gampong Mns Lhok, Meureudu, Pijay pada Selasa (2/12/2025) menyampaikan permohonan dukungan alat berat lewat grup WhatsApp ‘Seputar Pidie Jaya’.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, didampingi dari unsur polri dan warga gampong setempat, memantau langsung kondisi kritis Gampong Meunasah Lhok, Meureudu paska terjangan banjir besar. Foto: Ist.

Berdasarkan cuplikan isi pesan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pesan dimaksud berisi dorongan agar penanganan darurat segera dilakukan, terutama pada titik-titik sungai yang mulai menggerus permukiman warga dan mengancam area jalan provinsi.

Penggunaan alat berat dinilai sebagai langkah mendesak untuk menormalisasi alur sungai. Hal ini disampaikan Wakil Bupati melalui salah satu grup WhatsApp sebagai bentuk perhatian terhadap percepatan penanganan pasca bencana.

“Mohon bantuan alat berat untuk menggali sungai karna sungai sudah bergeser ke rumah masyarakat dan jalan propinsi,” tulisnya di grup dengan penuh harap(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *