*Sempat Bermalam di Kebun Sawit
Habapublik.com, Meureudu: Musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada (26/1/2025) lalu meninggalkan jejak kerusakan dan cerita haru tentang perjuangan warga terdampak.
Salah satu cerita yang menyentuh datang dari pria berinisial DD (40), warga Bandar Dua, Pidie Jaya yang harus menempuh perjalanan berat selama 7 jam berjalan kaki dari Besitang (Sumut) menuju Langsa, demi menggapai gampong halaman dan selamat.
Seperti santer diberitakan di sejumlah media banjir bandang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan akses jalan, dan fasilitas umum putus. Dalam kondisi ini DD menjadi simbol ketangguhan dalam menghadapi bencana alam ini.
Diceritakan kepada wartawan habapublik.com, Kamis (4/12/2025) ia menapaki rute sulit mulai dari Medan, dengan suka rela diboncengi secara estafet oleh mobil truk berbeda. Di tengah perjalanan itu DD sempat bermalam di kebun sawit.
Sesampainya di Besitang, Sumatra Utara, dari situlah pria ini mulai beranjak menapaki sedikit demi sedikit perjalanan menuju ke tujuan, meskipun katanya beratnya disertai sakit telapak kaki dan lutut bagai ditusuk-tusuk.
“Jadi saya waktu itu memutuskan berjalan kaki saja. Mau bagaimana lagi, jembatan penghubung putus,” kata Dedi yang sebelumnya berpikir tidak mungkin bisa berjalan dalam waktu lebih kurang 7 jam.
DD mencurahkan kisah heroiknya kepada wartawan media ini sampai di Langsa setelah tujuh jam berjalan kaki (3011/2025) sekitar pukul 15.45 WIB ashar. Dari Langsa Dedi langsung tumpangi mobil L300 jumbo dan berhenti di rumah orang tuanya di Lhokseumawe.
Lalu besoknya bergegas ke Pidie Jaya bersua dengan istri dan keluarga, memastikan semua orang selamat dan mendapat perhatian yang dibutuhkan, demikian diceritakan pria berbadan agak gempal ini.(*)












