Habapublik.com, Sabang : Angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya Sabang mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025. Data terbaru menunjukkan perbaikan kondisi setelah berbagai upaya intervensi dijalankan sepanjang tahun ini.
Kepala Puskesmas Sukakarya Sabang, Fadhiah Hanum, mengatakan kasus stunting mengalami penurunan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi bersama tim kesehatan di Puskesmas tersebut. Ia menjelaskan, perbandingan data dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program penanganan.
“Pada tahun 2024 jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 89 anak, dan di tahun 2025 turun menjadi 68 anak. Artinya ada penurunan sekitar 20 kasus, dengan mayoritas anak yang terdampak berada pada usia di bawah dua tahun,” ujar Fadhiah Hanum, Sabtu (06/12/2025).
Pihak Puskesmas Sukakarya Sabang telah menjalankan berbagai langkah penanganan, termasuk edukasi pola asuh, kesehatan lingkungan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting. Upaya kolaborasi dengan gampong serta distribusi PMT turut memberikan dampak positif.
“Kami rutin melakukan edukasi kepada keluarga dan gampong agar lebih peduli terhadap anak-anak stunting. Alhamdulillah, tahun ini sejumlah gampong mulai aktif memberikan PMT dan ikut mendukung percepatan penanganan stunting,” tambahnya.
Selain itu, koordinasi bersama Bapak Asuh Stunting serta hasil rapat kerja terakhir di Bappeda memperkuat strategi penanganan. Dari enam gampong di bawah wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Gampong Paya seunara tercatat memiliki angka stunting tertinggi.
Puskesmas juga mengimbau, orang tua untuk memperhatikan pola asuh dan kebutuhan nutrisi anak sehingga risiko stunting dapat terus ditekan. Ketersediaan sumber pangan bergizi di Sabang diharapkan menjadi dukungan alami dalam meningkatkan kesehatan anak.(*)












