Habapublik.com, Meureudu: Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan laporan dari pemerintah setempat (11/12/2025), tercatat 18.567 jiwa atau 4.963 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Kerusakan infrastruktur menjadi persoalan terberat dalam penanganan bencana kali ini. Data menunjukkan kerusakan pada 1 ruas jalan nasional, 2 ruas jalan provinsi, serta 1.757 ruas jalan kabupaten.
Selain itu, jalan lingkungan sepanjang 56,575 meter ikut terdampak. Fasilitas jembatan juga mengalami kerusakan, meliputi 1 jembatan nasional, 19 jembatan kabupaten, serta 229 jembatan pada ruas jalan kabupaten.
Korban jiwa pun tidak bisa dihindari. Sebanyak 29 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tidak ada laporan orang hilang. Luka berat mencapai 392 orang, ringan 1.888 orang, serta korban disabilitas yang terdiri dari 5 bayi dan 1.542 orang dewasa.
Sedangkan dampak terhadap rumah warga pun sangat besar. Sebanyak 4.489 unit rumah mengalami kerusakan berat, 2.747 unit rusak sedang, dan 2.147 unit rusak ringan.
Selain itu, terdata 109 rumah yang hilang terseret arus banjir, memperparah jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal. Begitu juga sektor pertanian, total 476 hektare lahan pertanian terendam banjir, disertai 436 hektare gagal panen.
Selanjutnya, sebanyak 1.757 hektare lahan tambak serta 534 hektare lahan perkebunan turut mengalami kerusakan yang berpotensi menimbulkan kerugian jangka panjang bagi sektor perikanan dan pertanian di wilayah itu.
Oleh karena itu, Pemkab Pidie Jaya bersama segenap berbagai pihak terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, penyaluran bantuan, perbaikan akses jalan, dan pendataan lanjutan.
Untuk situasi di lapangan dalam kondisi begini pemerintah setempat terus memonitoring untuk memastikan seluruh kebutuhan para korban terpenuhi serta meminimalkan risiko lanjutan akibat bencana ini.(*)












