Habapublik.com, Blangkejeren: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues memastikan pelaksanaan empat paket rehabilitasi dan rekonstruksi jalan di daerah itu berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, meskipun dihadapkan pada kondisi darurat bencana alam di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues Kairudin Kasiman melalui Kepala Bidang Bina Marga Suhardi, ST, Senin (22/12/2025), mengatakan seluruh proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
“Pekerjaan fisik di lapangan masih berjalan. Saat ini fokus pada tahapan awal berupa pemadatan base course sebagai struktur dasar jalan,” kata Suhardi.
Ia menjelaskan, secara administratif masa kontrak keempat paket pekerjaan tersebut berakhir pada 31 Desember 2025. Namun, pelaksanaan di lapangan sempat mengalami kendala akibat bencana alam yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, yang berdampak pada mobilisasi alat berat, distribusi material, serta faktor keselamatan tenaga kerja.
Meski demikian, kata dia, Dinas PUPR tetap memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan berjenjang serta berpedoman pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Adapun empat paket rehabilitasi dan rekonstruksi jalan yang sedang dikerjakan meliputi rehabilitasi Jalan Simpang MAN–Pesantren Salahuddin oleh PT Sari Bumi Prima dengan nilai kontrak Rp970,63 juta, serta rekonstruksi Jalan Blower–Pesantren Salahuddin (DBH Sawit) oleh kontraktor yang sama dengan nilai Rp1,72 miliar.
Selain itu, rehabilitasi Jalan Penampaan–Blang Temung (DOKA) dikerjakan oleh PT Nusantara Utama Konstruksi dengan nilai kontrak Rp1,82 miliar, dan rehabilitasi Jalan Telkom–Melati (DOKA) oleh CV Milan dengan nilai Rp480,37 juta.
Suhardi menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Pengawasan dilakukan secara teknis dan administratif untuk memastikan mutu pekerjaan serta penggunaan anggaran daerah berlangsung secara akuntabel dan transparan.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi dan ketentuan hukum yang berlaku. Kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Menurut dia, keempat ruas jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar akses pendidikan dan pesantren, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Gayo Lues.
Pemerintah daerah berharap seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan dengan kualitas maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada tantangan bencana dan kondisi geografis daerah.(*)












