*1.465 Tenaga Kesehatan Turut Terdampak
Habapublik.com, Meureudu: Pasca banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya hingga Minggu (4/1/2025) berdampak begitu signifikan pada sektor kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Berdasarkan data penyusunan dan diseminasi Peta Respons Bencana Banjir dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Pidie Jaya yang dihimpun media ini pada Senin (5/2/2025) tercatat sebanyak 8 kecamatan dan 157 gampong terdampak bencana.
Dari sisi layanan kesehatan, tercatat 8 dari 12 puskesmas, 3 dari 18 pustu, dan 9 dari 126 poskesdes mengalami kerusakan. Sebanyak 1.465 tenaga kesehatan turut terdampak.
Sedangkan katagori penyakit terbanyak yang dilaporkan meliputi ISPA (4.413 kasus), penyakit kulit (2.901), diare (876), myalgia (204), dan hipertensi (163).
Kondisi kebencanaan mencatat 37 titik pengungsian dengan 14.188 pengungsi. Korban tercatat 2.118 luka ringan, 348 luka berat, dan 29 meninggal dunia.
Sebanyak 13 pos kesehatan telah beroperasi dan 30.686 warga telah menerima layanan kesehatan. Pos kesehatan utama berlokasi di area perkantoran Kabupaten Pidie Jaya.
Kelompok rentan yang terdampak meliputi 1.004 ibu hamil, 12.059 balita, 2.745 lansia, dan 1.542 penyandang disabilitas. Selain itu, 5.754 dari 11.054 sumur gali serta 1.822 dari 3.913 jamban dilaporkan terdampak, menambah tantangan sanitasi.
Maka upaya respons dilakukan Dinkes dan KB Pidie Jaya dengan pengerahan 76 tim relawan kesehatan berjumlah 595 personel, terdiri dari dokter dan dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, psikolog, tenaga kesehatan masyarakat, sanitarian.
Kemudian ditambah dengan pengelola data, serta relawan non-kesehatan. Lantas kebutuhan mendesak meliputi obat-obatan, bahan habis pakai, logistik kesehatan, dan juga dukungan sanitasi.
Pemerintah setempat bersama lintas sektor sendiri terus mengintensifkan respons darurat untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Sementara itu Kepala Dinkes dan KB, Eddy Azwar menyampaikan apresiasinya atas penyusunan dan diseminasi peta respons bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Dokumen tersebut sebutnya sebagai acuan penting bagi tenaga kesehatan dan lintas sektor.
“Khususnya pada situasi darurat, keberadaan peta respons bencana akan memperkuat koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan di wilayah terdampak bencana,” demikian kata Eddy.(*)












