Habapublik.com, Blangkejeren: Dari sebuah desa di pedalaman Agusen, harapan itu perlahan tumbuh. Nafis, balita berusia 2 tahun 6 bulan, kini tengah berjuang melawan keterbatasan kesehatan yang tak ringan.
Di tengah ujian tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memastikan Nafis tidak berjalan sendirian. Bupati Gayo Lues bersama Direktur RSUD Muhammad Ali Kasim meninjau langsung kondisi Nafis pada Rabu (7/1/2026).
Kunjungan itu menjadi penanda kehadiran negara di sisi warganya yang paling rentan—anak kecil yang sedang berjuang untuk hidup sehat. Saat ini, Nafis menjalani perawatan medis dengan menggunakan kantong kolostomi.
Tindakan tersebut merupakan langkah sementara sebelum ia menjalani operasi lanjutan berupa pembuatan anus baru di rumah sakit rujukan di Banda Aceh. Proses ini menuntut kesabaran, ketelatenan, dan keteguhan hati dari keluarga Nafis, yang harus menghadapi tantangan fisik sekaligus emosional setiap hari.
Dalam kunjungannya, Bupati Gayo Lues berbincang langsung dengan orang tua Nafis. Ia menyampaikan empati serta memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi seluruh proses pengobatan, mulai dari perawatan saat ini hingga tindakan operasi lanjutan.
“Keselamatan dan pemulihan anak adalah prioritas. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan Nafis mendapatkan penanganan medis yang layak dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Direktur RSUD Muhammad Ali Kasim menjelaskan bahwa pemasangan kolostomi merupakan prosedur medis yang harus dijalani untuk menjaga kondisi Nafis tetap stabil sambil menunggu operasi definitif.
Pihak rumah sakit, kata dia, terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan agar tahapan medis berikutnya dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami memastikan kondisi pasien tetap terkontrol, dan seluruh prosedur rujukan dilakukan sesuai standar medis,” katanya.
Bagi keluarga Nafis, perhatian dan pendampingan ini menjadi sumber kekuatan baru. Kunjungan pemerintah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian yang memberi harapan di tengah keterbatasan.
Dari Agusen, sebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Nafis menapaki jalan panjang menuju kesembuhan. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memastikan, di setiap langkah perjuangan itu, negara akan terus hadir—menguatkan, mendampingi, dan menjemput harapan baru bagi masa depan Nafis.(*)












