Habapublik.com, Sabang: Tim QICP Sabang mengevakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) dari Kapal Navios Azalea berbendera Liberia sekita pukul 13.00 WIB. Kapal sedang berlayar menuju korea saat abk tersebut meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Kepala KSOP Sabang Eddy Setiadi, S.E, mengatakan proses evakuasi memerlukan koordinasi lintas instansi. Unsur yang terlibat antara lain , Balai Kekarantinaan Kesehatan , Imigrasi , Bea Cukai , Syahbandar dan instansi terlkait lainnya.
“ABK tersebut meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes saat masih berada di atas kapal. Penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan kemanusiaan,” kata Eddy Setiadi, Rabu, (14/01/2026).
Setelah berhasil dievakuasi dari kapal yang labuh jangkar di Teluk Sabang, jenazah langsung dibawa ke darat untuk penanganan lanjutan. Seluruh proses dilakukan dengan tetap menjaga kehormatan jenazah.

“Jadi jenazah kita bawa ke RSUD Sabang, kemudian dibawa ke Banda Aceh menggunakan kapal Basarnas untuk selanjutnya dipulangkan ke Filipina. Proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan perwakilan negara asal,” ujar Eddy Setiadi.
Peristiwa ini menjadi perhatian penting terkait kondisi kesehatan awak kapal yang bertugas di laut. ABK kerap berada jauh dari fasilitas medis yang memadai saat menjalankan tugas.
Plt Kepala KSOP Sabang Eddy Setiadi, S.E menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi awak kapal. Upaya tersebut dinilai dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.(*)












