Pedagang di Pasar Induk Sabang Keluhkan Kenaikan Harga Plastik

Pedagang di Pasar Induk Sabang Keluhkan Kenaikan Harga Plastik. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Kenaikan harga plastik di Kota Sabang dikeluhkan para pedagang di Pasar Induk karena berdampak langsung pada biaya operasional. Lonjakan harga yang signifikan membuat pedagang harus memutar strategi agar tetap bertahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

Salah satu pedagang, Rijal, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik terjadi hampir di seluruh daerah, termasuk Sabang. Kondisi ini dinilai sangat mempengaruhi aktivitas jual beli di pasar.

“Dampaknya daya beli berkurang, masyarakat sekarang lebih memilah dan tidak boros pakai plastik karena harganya naik sampai Rp20.000 per kilo, dari Rp35.000 jadi Rp55.000. Pembelian stok plastik yang biasanya mencapai satu ton kini turun menjadi setengah ton per bulan karena penjualan ikut menurun,” ujar Rijal, Selasa 21 April 2026.

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Supriyadi, yang menilai kenaikan harga plastik menjadi beban paling berat dibanding kebutuhan lainnya. Ia mengatakan kenaikan tersebut sangat terasa dalam perhitungan modal usaha.

“Harga plastik naik sekitar 70 persen, yang dulu Rp8.000 sekarang jadi Rp12.000 per pak, ini sangat mempengaruhi kami dalam berdagang. Untuk menyiasati kondisi tersebut, pedagang mulai mengurangi pembelian dari 8–10 ikat menjadi hanya 3–4 ikat serta lebih menghemat penggunaan plastik,” kata Supriyadi.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Induk Sabang, Mutiawati, mengaku tetap mempertahankan harga jual sayur meski biaya plastik meningkat. Namun, kondisi tersebut berdampak pada keuntungan yang diperoleh setiap harinya.

“Keuntungan kadang ada sedikit, kadang tidak ada sama sekali, karena kalau barang tersisa itu tidak ada untungnya, malah bisa tekor. Dari modal sekitar Rp500 ribu, terkadang hanya tersisa Rp200 ribu akibat banyaknya barang yang tidak terjual,” ungkap Mutiawati.

Para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kenaikan harga plastik yang terus berlanjut. Mereka juga berharap stabilitas harga dapat segera terjaga agar daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Sabang kembali normal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *