Petani Sabang Keluhkan Serangan Hama Padi Gogo

Serangan hama menjadi tantangan utama dalam penanaman padi gogo yang baru pertama kali dilakukan petani di Gampong Bateshok, Kota Sabang. Foto: Difa.

Habapublik.com – Serangan hama menjadi tantangan utama dalam penanaman padi gogo yang baru pertama kali dilakukan petani di Gampong Bateshok, Kota Sabang. Gangguan tersebut mulai terlihat setelah tanaman padi berusia sekitar satu bulan sejak masa tanam.

Petani padi gogo Gampong Bateshok, Muharisa, mengatakan penanaman ini merupakan pengalaman perdana bagi petani setempat. Sebelumnya, para petani di wilayah tersebut lebih banyak menanam komoditas hortikultura.

“Kendalanya sejauh ini hanya hama, itu pun hanya di beberapa batang saja. Kondisi tanaman lainnya masih tumbuh dengan baik dan tetap berpotensi berkembang,” ujar Muharisa, Senin (19/01/2026).

Padi gogo yang ditanam berada di lahan seluas kurang dari setengah hektare dengan varietas Infago 13. Sistem penanaman dilakukan dengan mengandalkan air hujan tanpa pengairan tambahan.

Untuk mengatasi gangguan hama, petani berencana melakukan pengendalian dengan pemberian obat-obatan serta berkonsultasi dengan pihak yang lebih berpengalaman. Petani juga berharap adanya pendampingan dari dinas terkait agar serangan hama tidak meluas.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widia, menyebut serangan hama memang menjadi kendala umum dalam budidaya padi. Namun, pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan bagi petani.

“Begitu ada laporan dari petani, kami langsung turun bersama penyuluh untuk memberikan bimbingan dan obat-obatan yang sesuai dengan jenis hamanya. Jadi penanganan hama harus dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran ” kata Widia.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang juga melibatkan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan untuk melakukan pemantauan rutin. Langkah ini dilakukan agar serangan hama seperti penggerek batang dan wereng dapat segera ditangani dan tidak menurunkan produktivitas tanaman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *