Daerah  

Dirjen PAUD Dikdasmen Tinjau Sekolah Rusak di Gayo Lues, Menjaga Asa Anak-anak Pascabencana

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menjejakkan kaki langsung di sekolah-sekolah yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi, Rabu (21/1/2026). Foto: Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren – Retakan di dinding kelas itu belum sepenuhnya tertutup. Sebagian lantai masih bergelombang, dan bangku-bangku belajar tersusun rapi dalam ruang yang lama ditinggalkan, Namun di tengah sisa-sisa kerusakan tersebut, harapan anak-anak Gayo Lues perlahan kembali menemukan pijakannya.

Rabu (21/1/2026), Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menjejakkan kaki langsung di sekolah-sekolah yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi.

Ia datang bukan sekadar melihat bangunan yang roboh, melainkan memastikan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak tetap terjaga.

Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari rapat koordinasi di Banda Aceh, sekaligus wujud kehadiran negara di tengah keterbatasan yang dihadapi satuan pendidikan mulai dari PAUD, taman kanak-kanak, hingga sekolah dasar.

Di beberapa titik, aktivitas belajar mengajar terhenti karena bangunan tak lagi layak digunakan. Dinding runtuh, ruang kelas kosong, dan halaman sekolah yang sunyi menjadi saksi betapa bencana telah memutus rutinitas belajar anak-anak.

“Ini merupakan survei awal sebagai langkah pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di Gayo Lues, agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal,” ujar Gogot saat meninjau salah satu sekolah terdampak di Gayo Lues.

Dalam peninjauan tersebut, Dirjen PAUD Dikdasmen didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd. Mereka menyambangi sejumlah sekolah di Kecamatan Putri Betung, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius pascabencana.

Menurut Salid, kehadiran langsung pemerintah pusat menjadi momentum penting untuk memastikan data kerusakan sesuai dengan kondisi di lapangan, sekaligus mempercepat langkah pemulihan.

“Kami mendampingi langsung Bapak Dirjen melihat kondisi sekolah. Harapannya, dalam waktu dekat bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki, agar anak-anak kembali belajar dengan aman dan nyaman,” kata Salid.

Namun, pemulihan fisik bukan tanpa tantangan. Gogot menekankan pentingnya kesiapan administrasi, terutama bagi sekolah yang direncanakan direlokasi. Kejelasan status lahan menjadi syarat mutlak agar pembangunan tidak terhambat di kemudian hari.

“Lahan relokasi harus memiliki dokumen dan legalitas yang lengkap. Ini penting supaya pembangunan berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan revitalisasi gedung sekolah di Gayo Lues mulai dikerjakan pada pertengahan Februari 2026.

Seluruh pekerjaan diharapkan rampung sebelum akhir semester genap tahun ajaran berjalan. “Target kami jelas, tahun ini seluruh sarana pendidikan yang terdampak bisa kembali difungsikan,” ujar Salid.

Bagi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, dukungan pemerintah pusat ini lebih dari sekadar pembangunan gedung. Ia menjadi upaya memulihkan ruang belajar, menghidupkan kembali rutinitas sekolah, dan menjaga semangat anak-anak agar tak kehilangan masa depan akibat bencana.

Di balik tembok yang retak dan bangunan yang runtuh, asa itu kembali ditanam agar sekolah tetap menjadi tempat anak-anak bermimpi dan belajar menatap hari esok.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *