Habapublik.com, Aceh Singkil –Bawaslu Aceh Singkil menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Senin, (13/07/2026) di Aula Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, yang diikuti oleh 40 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Kegiatan Pendidikan pengawas parsipatif di Koordinator oleh Divisi Hukum Pencegahan dan Humas (HP2H). Ismail Angkat,. S.IP,. M.I.P,.
Dengan tujuan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu berperan aktif dalam mengawasi setiap proses demokrasi secara mandiri, objektif, dan bertanggung jawab.
Pendidikan Pengawas Partisipatif diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran bagi peserta untuk memahami tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas pemilu dan pemilihan.
Ketua Bawaslu Aceh Singkil, H. Syamsul Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang demokratis tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi efektif untuk mendorong masyarakat menjadi bagian dari pengawasan, sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan memiliki peran penting dalam menciptakan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” tuturnya.
Melalui kegiatan diharapkan lahir pengawas-pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk mengawal setiap tahapan demokrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan Pendidikan pengawas parsipatif di buka langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Aceh, Safwani,. S.H,. M.H sekalu Koordinator wilayah Aceh Singkil. Dalam sambutannya ia mengatakan pengawas partisipatif merupakan mitra Bawaslu dalam penegakan pemilu.
“Pendidikan pengawas Parsipatif manjadi mitra strategis Bawaslu Aceh Singkil ke depan menegakkan pemilu yang demokratis, berkeadilan dan berintegritas,” kata Safwani.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran, penanganan pelanggaran, serta pentingnya menjaga netralitas dan etika dalam pengawasan pemilu.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus yang berkaitan dengan dinamika kepemiluan. Narasumber di kegiatan pendidikan pengawas Parsipatif, H.Syamsul Arifin membawa tema penguatan jaringan pengawas parsipatif. Tamsir S.P.d membawa tema penanganan pelanggaran. Dan Ismail Angkat,. S.I.P,. M.I.P. membawakan tema Teknis pengawasan partisipatif berbasis digital.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mereka mengikuti setiap sesi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme pengawasan, pelaporan dugaan pelanggaran, serta peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Aceh Singkil.
Bawaslu Aceh Singkil berharap kegiatan ini mampu membangun jaringan pengawas partisipatif yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran para peserta diharapkan menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi pelopor pengawasan yang independen dan bertanggung jawab.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Aceh Singkil terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya pengawasan berbasis masyarakat.
“Dengan semakin banyak warga yang memahami pentingnya pengawasan pemilu, diharapkan kualitas demokrasi di Kabupaten Aceh Singkil akan semakin baik, transparan, dan berintegritas,” tegasnya
Lanjutnya, Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata Bawaslu Aceh Singkil dalam membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara penyelenggara pemilu, mahasiswa, dan masyarakat diyakini menjadi modal penting dalam mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar mendapat kepercayaan rakyat.
Dalam Pesan penutup (Closing Statement), Ketua Bawaslu Aceh Singkil, berpesan agar masyarakat terus semangat dan berjuang menegakkan keadilan Pemilu.
“Jangan lelah menegakkan keadilan pemilu. Sebab keadilan hari ini adalah warisan demokrasi bagi generasi esok. Perjuangan pasti penuh rintangan namun harus kokoh berdiri demi masa depan Demokrasi yang berintegritas,” tutupnya.(*)












