Habapublik.com, Meureudu: Pemerintah Kabupaten (Pijay) Pidie Jaya memperketat validasi data rumah warga terdampak banjir guna memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Hal itu disampaikan Bupati Sibral dalam kegiatan Sosialisasi Bimtek Verifikasi Rumah Rusak akibat Bencana Hidrometeorologi, di Aula Cot Trieng I Lantai III Kantor Bupati setempat pada Rabu (21/1/2026).
Sibral menekankan pentingnya ketelitian dan objektivitas petugas di lapangan. Ia juga menegaskan pemerintah kabupaten tidak ingin terjadi kesalahan data yang berpotensi menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.
“Langkah ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai tingkat kerusakan rumah,” ujarnya dalam sambutan yang dihadiri Tenaga Ahli BNPB, Agus Suyatno, Plt. Direktur PNPB Asep Supriatna, serta Deputi BNPB Swasono Pudji Raharjo.
Ia menambahkan dalam pelaksanaan tim verifikasi desa diminta memastikan data telah dicek di lapangan dan dilengkapi dokumentasi foto kondisi rumah, identitas penerima, serta nomor kontak seluruh anggota tim serta identitas penerima.
“Setiap rumah wajib diverifikasi secara individual dengan prinsip satu rumah satu tanda tangan dan diselesaikan pada hari yang sama agar data tetap mutakhir,” kata Bupati, turut didampingi Wakil Bupati serta unsur Forkopimda.
Pemerintah kabupaten menegaskan proses tersebut menjadi tahapan penting untuk menjamin keakuratan, keadilan, dan akuntabilitas penyaluran bantuan perumahan pascabencana sesuai aturan BNPB dan Keputusan Bupati Pidie Jaya.
Lebih jauh pemerintah setempat juga menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal hingga seluruh data kerusakan rumah warga tervalidasi secara menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan.(*)












