1.756 Hektare Tambak di Pijay Rusak Akibat Bencana Alam Hidrometeorologi

Habapublik.com, Meureudu: Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya pada 26 November 2025 lalu sungguh berdampak besar terhadap sektor perikanan budidaya.

Berdasarkan data hasil identifikasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, ada sekitar 1.756 hektare tambak rakyat mengalami kerusakan akibat bencana alam hidrometeorologi tersebut.

DKP Aceh juga mencatat, saluran air tambak di Pidie Jaya turut rusak sepanjang sekitar 50,95 kilometer, sehingga mengganggu sistem sirkulasi air yang sangat vital dalam kegiatan budidaya.

Adapun kerusakan mencakup tambak budidaya ikan dan udang yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak. Derasnya arus banjir menabrak tanggul tambak jebol, kolam terendam lumpur dan menimbulkan kerugian besar bagi para petambak.

Kerusakan yang disebutkan di atas ialah bagian dari dampak bencana di Provinsi Aceh. Secara keseluruhan, sekitar 30.700 hektare tambak rakyat di berbagai kabupaten/kota di Aceh tercatat mengalami kerusakan.

Dampak kerusakan tersebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, dan daerah lainnya, sebagaimana dirangkum media ini, Kamis (29/1/2026) berdasarkan data DKP Provinsi Aceh.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Aceh tengah melakukan pendataan dan validasi lanjutan terhadap tingkat kerusakan tambak serta menghitung estimasi kerugian yang dialami masyarakat.

Dan upaya tersebut dilakukan sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan pemulihan tambak rakyat, agar aktivitas perikanan budidaya dapat kembali berjalan dan perekonomian masyarakat pesisir segera pul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *