Warga Soroti Dugaan Data Siluman Dampak Banjir di Gampong Manyang Lancok, Meureudu

Gambar slide Kategori Rumah Rusak yang menerangkan tingkat kerusakan rumah menjadi tiga kategori: Ringan, Sedang dan Berat. Foto: Hermansyah

Habapublik.com, Meureudu: Selama tiga hari, terhitung 2 hingga 5 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya membuka masa sanggah bagi masyarakat yang merasa data verifikasi rumah rusak belum sesuai.

Menyangkut hasil pendataan tersebut seorang warga Gampong Manyang Lancok, Meureudu menyorot adanya data siluman dalam tabel hasil pendataan rumah rusak akibat terdampak musibah banjir.

Data yang ditempel oleh keuchik gampong setempat pada Selasa (3/2/2026), dalam masa sanggah selama tiga hari, dinilai mengandung banyak kejanggalan dan diduga manipulatif.

Menurut laporan yang dikirim lewat platform WA kepada media ini, dimana beberapa rumah yang tergolong jauh dari kategori rusak berat justru tercatat sebagai penerima bantuan.

“Sementara itu, rumah dengan kerusakan ringan disebut-sebut naik status menjadi sedang, bahkan ada rumah kosong yang turut dimasukkan dalam pendataan,” tulisnya.

Warga yang enggan disebutkan namanya tersebut kecewa jika pendataan tidak objektif, karena bantuan pascabencana seharusnya diberikan kepada mereka yang benar-benar terdampak.

“Musibah banjir ini sejatinya menjadi momen untuk memperkuat kepedulian dan kejujuran demi kemaslahatan bersama,” tandasnya. Seraya ia berharap adanya perhatian dari berbagai pihak.

“Sungguh sangat di sayangkan mental muslimin sekarang. Bila perlu data kembali khusus gampong manyang lancok,” pintanya mengakhiri tulisan yang dikirim.

Sementara itu, Keuchik Gampong Manyang Cut, Usman saat dikonfirmasi media ini menerangkan bahwa data yang dikirim hasil verifikasi tim teknik telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ia mengaku heran karena daftar data yang keluar tersebut berbeda dengan hasil pendataan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Bahkan, terdapat ketidaksesuaian pada nomor NIK yang tercantum dalam data tersebut. Namun, seluruh kesalahan tersebut telah diperbaiki tadi malam,” terang Keuchik Usman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *