Habapublik.com, Sabang – Memasuki pekan pertama di bulan Ramadan 1447 H, suasana sore di Kota Sabang tampak lebih semarak dari biasanya. Deretan lapak takjil yang tersebar di sejumlah titik ramai diserbu warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Salah satu pusat keramaian terlihat di depan Masjid Agung Babussalam. Di lokasi ini, pedagang mengaku mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap harinya sejak awal bulan suci Ramadan.
Mariani, pedagang takjil setempat, menyebutkan bahwa omzet yang diperolehnya bisa mencapai Rp5 juta per hari. Ia menjual beragam jenis kue, mulai dari kue kering, kue basah, bolu, hingga aneka kue khas Aceh yang menjadi favorit pembeli.
“Total kue yang terjual mencapai 7.000 potong per hari. Mayoritas merupakan titipan dari warga Sabang, sementara dagangan saya sendiri mie caluk, dan alhamdulillah setiap hari selalu habis,” ujar Mariani, Minggu 22 Februari 2026.
Tingginya minat masyarakat juga dirasakan pedagang es tebu Barakah, Zulwanja. Dalam sehari, ia mampu menjual 70 hingga 100 batang tebu dengan keuntungan yang juga mencapai jutaan rupiah.
“Tebu yang Kami jjual berasal dari Sabang. Jadi kami mulai melayani pembeli sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka, dan hampir seluruh stok yang disiapkan habis terjual setiap hari,” kata Zulwanja.
Para pedagang berharap tren penjualan yang positif ini dapat terus bertahan hingga akhir Ramadan. Mereka optimistis, jika kondisi tetap stabil, pendapatan yang diperoleh dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga hingga perayaan Idulfitri.(*)












