PII Aceh Besar Bangkit Cetak Kader Muda Umat Melalui Leadership Basic Training

Kegiatan Rapat Antara Panitia Pelaksana program Leadership Basic Training PII Aceh Besar Dengan Pemerintahan Kecamatan Darul Imarah dan Para Keuchik Se Darul Imarah di Gedung UDKP Darul Imararah, Aceh Bedsr, Minggu, (22/02/2026). Foto: Dok PII Aceh Besar.

Habapublik.com, Kota Jantho – Pelajar Islam Indonesia (PII) adalah organisasi kepelajaran tertua di Indonesia, didirikan di Yogyakarta pada 4 Mei 1947. PII bertujuan mewadahi pelajar Islam dalam modernisasi pemahaman agama dan pengkaderan.

Beberapa dekade, akrltifitas PII tenggelam di bawah kebijakan kontraversial pemerintah Orde Baru. Kemudian pasca reformasi organisasi Pelajar Islam Indonesia ini kembali bangkit di bumi Nusantara. PII mulai menggelar berbagai training atau pelatihan pembinaan kader muda, seperti Leadership Basic Training, Public Speaking dan lain-lain.

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia Aceh Besar di awal tahun 2026 ini bangkit mencetak kader muda dengan menggelar Leadership Basic Training pada 28 Februari s/d 5 Maret 2026 di SMPN 1 Darul Imarah.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi Panitia Pelalsana Kegiatan Leadership Basic Training PII Aceh Besar denga Pemerintsh Kecamatan Darul Imarah beserta Para Keuchik, berlangsung di Gedung UDPK Camat Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu,(22/02/2026).

Hasrul Fuadi, SE Sekeretsris Kecamatan Darul Imarah dalam arahamnya mengajak para keuchik di Darul Imarah untuk aktif dan peduli pada pembinaan generasi muda. Menurut Hasrul, kehadiran Pelajar Islam Indonesia sebagai organisasi yang menjadi wadah pembina umat, akan menggelar basic training bagi remaja/generasi muda Darul Imarah, patut diapresiasikan.

Melalui training seperti ini akan terbentuk kader umat yang militan dalam menengakkan amal makruf nahi munggkar. “Kita patut berbangga dengan hadirnya PII yang dimotori oleh kader-kader muda Aceh Besar. Keinginan PII mengelar training di Darul Imarah, patut kita apresiasi dan mendapat dukungan dari kita semua. Melalui pembinaan kader seperti yang dilakukan Pelajar Islam Indonesia, tentu akan melahirkan kader muda militan yang menegakkan amal makruf nahi mungkar di Bumi Serambi Mekkah”, ujar Hasrul semangat.

Ia mengajak semua Keuchik dan warga untuk membantu kegiatan mulia ini, apalagi dalam bulan suci Ramadhan, tentu tidak hanya dukungan moral, tapi juga memberikan dukungan financial. “Demi suksesnya program PII ini, perlu dukungan dan bantuan kita semua, tidak hanya bantuan moral, akan tetapi juga diperlukan bamtuan materil, seperti tikar, bantal, nasi bungkus dan snack berbuka”, tambahnya.

Yudi Assidiqi Ketua Panitia Pelaksana program Leadership Basic Training PII Aceh Besar didampingi oleh Aqil Abrar Sekertaris Panitia dalam paparannya menyampaikan kesiapan panitia pelaksana yang sudah hampir final, namun bantuan dan dukungan dari semua pihak masih sangat diharapkan, termasuk nasi bungkus untuk peserta selama training.

“Alhamdulillah semua kebutuhan training sudah semakin mendekati final, seperti tempat, nara sumber dan perizinan. Walaupun begitu, kami sangat berharap bantuan dan dukungan masyarakat Darul Imarah, khususnya para keuchik dalam kecamatan Darul Imarah yang hadir saat ini”, harapnya.

Diakhir rapat, semua para Keuchik se Darul Imarah menyatakan siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh PII Aceh Besar dengan menyumbangkan 50 bungkus nasi masing-masing gampong.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *