Habapublik.com, Sabang – Ramadan 1447 Hijriah telah berjalan enam hari dan aktivitas penjualan peci di Kota Sabang terus bergeliat. Sejumlah warga mulai membeli peci baru untuk digunakan selama bulan suci hingga perayaan Idul Fitri.
Salah satu pedagang peci di pusat kota, Muslem, mengatakan ia telah berjualan di lokasi tersebut sejak lima hingga enam tahun terakhir. Setiap Ramadan, lapaknya mulai dibuka dua hingga tiga hari sebelum tradisi Meugang.
“Kalau tempat di sini sudah sekitar 5–6 tahun yang lalu, cuma untuk setiap lebaran atau puasa kita bukanya 2–3 hari sebelum Meugang. Momen Ramadan selalu menjadi waktu paling ramai bagi penjualannya,” ujar Muslem, Selasa 24 Februari 2026.
Beragam jenis peci ditawarkan kepada pembeli, mulai dari varian kartun, versi gabus, hingga motif polos dan batik. Tersedia pula motif bunga-bunga serta motif khas tumpu-tumpu yang menjadi pilihan masyarakat.
Harga peci yang dijual bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp65 ribu per pcs, sementara model terbaru dibanderol sekitar Rp60 ribu dan cukup diminati pelanggan.
Menurut Muslem, peci motif polos dan rencong masih menjadi produk yang paling banyak dicari setiap tahunnya karena menjadi primadona di pasaran.
“Jadi dalam sehari, omzet penjualan yang diperoleh rata-rata minimal mencapai Rp800.000. Ia menyebut keuntungan per buah berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 tergantung jenis peci yang terjual,” tambahnya.
Peci yang dijual didatangkan dari berbagai daerah seperti Cirebon, Cianjur, Medan, hingga Banda Aceh. Ia berharap daya beli masyarakat tetap stabil hingga menjelang Lebaran agar penjualan terus meningkat.(*)












