Habapublik.com, Sabang – Menjelang akhir Ramadan, penjualan takjil di sejumlah titik di Kota Sabang kembali mengalami peningkatan. Salah satunya dirasakan pedagang risol di kawasan depan lapangan tenis yang mulai kebanjiran pembeli.
Seorang pedagang takjil, Opit, mengaku telah berjualan sejak hari pertama puasa dengan menawarkan berbagai jenis risol dan tahu isi. Ia menyebutkan, seluruh dagangannya dibuat sendiri untuk menjaga kualitas dan cita rasa.
“Dari hari pertama kita jualan risol, ada risol ayam, daging, mayo, sama tahu gendut. Kalau risol kita jual Rp2.500, tahu gendut Rp2.000, semua kita buat sendiri,” ujar Opit, Jumat 20 Maret 2026.
Ia menjelaskan, jumlah produksi sempat menurun pada pertengahan Ramadan sebelum kembali meningkat di hari-hari terakhir. Kini, produksi harian bahkan mencapai lebih dari seribu potong untuk memenuhi permintaan.
“Awal puasa kita buat sekitar 800-an, sempat turun di pertengahan jadi 600-an. Sekarang di akhir ini sudah lebih dari 1.000 per hari, naik hampir setengahnya,” katanya.
Dengan peningkatan tersebut, omzet yang diperoleh juga ikut terdongkrak meski tidak selalu mencapai angka maksimal. Opit memperkirakan pendapatan harian dari risol saja bisa mencapai jutaan rupiah, ditambah penjualan produk titipan lainnya.
Ia menambahkan, sebagian besar dagangannya hampir selalu habis terjual setiap hari, meski sempat mengalami sisa di awal Ramadan. Promosi melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok juga turut membantu menarik minat pembeli.
Ke depan, Opit berencana tetap melanjutkan usahanya setelah Ramadan berakhir dengan mencari lokasi berjualan yang strategis. Meski demikian, ia mengakui jumlah penjualan tahun ini masih sedikit menurun dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.(*)












