*Pengemudi Patah Tulang
Habapublik.com, Subulussalam : Kecelakaan lalu lintas tunggal satu unit kendaraan angkutan berat di Jalan Subulussalam–Singkil, tepatnya di kawasan turunan Lae Kombih, Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan. Insiden yang menimpa truk pengangkut sawit ini terjadi pada Rabu (25/03/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kendaraan roda enam jenis Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BK 8378 BC tersebut sedang mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat kecelakaan terjadi. Truk terpantau terjatuh dan terbalik ke dalam selokan pembuangan air di sisi kiri luar badan jalan setelah kehilangan kendali di jalur menurun.
Kapolres Subulussalam, Muhamad Yusuf, melalui Kasat Lantas, Alfi Syahrin, menjelaskan bahwa kendaraan yang dikemudikan oleh pria berinisial JT datang dari arah pusat Kota Subulussalam. Truk tersebut sedianya menuju ke arah Dasan Raja sebelum akhirnya mengalami kendala teknis yang fatal.
Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat truk memasuki medan jalan yang menurun tajam. Kondisi beban angkutan yang berat disinyalir membuat pengemudi sulit menguasai laju kendaraan hingga truk keluar dari jalur utama.
“Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan turunan, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga tidak terkendali. Truk kemudian terjatuh dan terbalik ke selokan pembuangan air di sisi kiri luar badan jalan,” ujar Alfi Syahrin yang memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Akibat kejadian ini, pengemudi truk dilaporkan mengalami luka-luka dan menderita patah tulang pada bagian kaki. Korban langsung dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Pihak kepolisian mengimbau para sopir kendaraan angkutan berat agar selalu memastikan kelayakan armada, terutama fungsi rem, sebelum memulai perjalanan. Jalur turunan Lae Kombih dikenal sebagai titik rawan kecelakaan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi serta kondisi kendaraan yang prima untuk menghindari musibah serupa.(*)












