Daerah  

Jalan Rawan Longsor, Anak Sekolah di Seneren Gayo Lues Taruhkan Nyawa Demi Belajar

Anak-anak terpaksa melewati jalan rusak dan rawan longsor setiap hari demi bisa sampai ke sekolah di Kampung Seneren Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues. Foto: Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren – Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali terlihat di Kampung Seneren Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues. Anak-anak sekolah di daerah tersebut terpaksa melewati jalan rusak dan rawan longsor setiap hari demi bisa sampai ke sekolah.

Kondisi jalan yang rusak parah disertai aliran air yang melintas di badan jalan membuat perjalanan menjadi sangat berbahaya. Bahkan, warga menyebut sedikit saja hujan turun, material tanah dari tebing langsung longsor ke jalan.

Wartawan Habapublik.com Kamsah melaporkan, akibat kondisi itu, banyak orang tua terpaksa mengantar dan menjemput anak-anak mereka setiap hari karena khawatir terjadi kecelakaan saat melintasi jalan tersebut.

Salah seorang warga setempat, Ramli Bowo pada Senin 6/4/2026, mengatakan di sepanjang jalur menuju Kampung Remukut terdapat tiga titik rawan longsor yang sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau sedikit saja hujan, di sini sudah pasti longsor. Ada tiga titik yang sangat rawan, termasuk di kawasan Atu kul Aih Nangka dan Leldu,” ujar Ramli.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pemerintah daerah.

Selain anak-anak sekolah, para guru yang mengajar di wilayah tersebut juga harus menghadapi risiko yang sama setiap hari. Mereka terpaksa melewati jalan berbatu dan menyeberangi aliran air agar bisa sampai ke sekolah.

Warga mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa perbaikan. Pasalnya, selain menghambat aktivitas masyarakat, jalan yang rusak dan rawan longsor itu juga dapat mengancam keselamatan anak-anak yang setiap hari melintas.

Masyarakat Kampung seneren  berharap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues segera turun tangan melakukan perbaikan jalan serta penanganan titik-titik rawan longsor di jalur tersebut.

Warga menilai, akses jalan tersebut bukan hanya penting bagi aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi jalur utama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. “Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Bagi masyarakat , memperbaiki jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan warga dan masa depan pendidikan anak-anak mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *