Habapublik.com, Sabang – Tradisi pasar tumpah saat meugang di Kota Sabang masih terus bertahan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat menyambut Idulfitri maupun Iduladha. Pasar dadakan yang muncul menjelang lebaran itu selalu ramai dipadati warga untuk membeli berbagai kebutuhan dapur dan sayuran segar.
Salah seorang pedagang di pasar tumpah Kota Sabang, Djuariah mengatakan dirinya telah berjualan selama kurang lebih 10 tahun setiap momen meugang. Ia menjual berbagai macam sayuran hasil lokal Sabang seperti kangkung, sawi, bayam dan aneka sayuran segar lainnya.
“Tradisi pasar tumpah saat meugang di Kota Sabang telah berlangsung turun-temurun sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh menyambut hari besar Islam. Momen meugang juga membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil karena jumlah pembeli meningkat dibanding hari biasa,” ujar Djuariah, Selasa 26 Mei 2026.
Selain menjual sayuran segar, pasar tumpah juga dipenuhi pedagang ikan, rempah-rempah dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Suasana tersebut membuat kawasan pasar menjadi lebih ramai dan hidup setiap menjelang lebaran.
Sementara itu warga Sabang, Mariani mengaku lebih memilih berbelanja di pasar tumpah setiap momen meugang. Menurutnya, lokasi pasar yang berada di pinggir jalan lebih mudah dijangkau masyarakat dibanding harus masuk ke area pasar utama.
“Kalau belanja di pasar tumpah lebih mudah karena dekat jalan dan lebih praktis saat ramai meugang. Pilihan barang yang dijual cukup lengkap dengan harga yang masih terjangkau,” kata Mariani.
Menurut pantauan wartawan, aktivitas pasar tumpah di Kota Sabang masih ramai dipadati warga hingga siang hari. Masyarakat tampak memadati lapak pedagang untuk membeli berbagai kebutuhan meugang menjelang lebaran.
Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, pengamanan dan pengaturan lalu lintas turut dilakukan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan serta Satpol PP Kota Sabang. Kehadiran petugas juga membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar kawasan pasar tumpah.(*)










