Daerah  

BPBD Gayo Lues Antar Harapan ke Huntara, 1.512 Kasur Disalurkan untuk Penyintas Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev

Habapublik.com, Blangkejeren – Dibalik setiap lembar kasur yang tiba di hunian sementara (huntara), tersimpan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang hingga kini masih berjuang bangkit dari bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi dengan menyalurkan 1.512 unit kasur besar ke enam kecamatan terdampak.

Penyaluran bantuan yang berlangsung sejak 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Gayo Lues bersama unsur terkait. Bantuan menyasar 15 kampung yang warganya masih menempati hunian sementara sebagai tempat berlindung selama proses pemulihan pascabencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan prioritas pemerintah daerah selama masa tanggap dan pemulihan. “Kami ingin memastikan masyarakat yang masih tinggal di huntara dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman. Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus komitmen untuk terus mendampingi mereka hingga proses pemulihan benar-benar selesai,” kata Muhaimini.

Data BPBD mencatat, distribusi bantuan meliputi 508 unit untuk Kecamatan Tripe Jaya, 469 unit di Pantan Cuaca, 178 unit di Putri Betung, 175 unit di Blangkejeren, 122 unit di Dabun Gelang, dan 60 unit di Rikit Gaib. Seluruh bantuan disalurkan secara bertahap melalui personel TRC PB agar tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gayo Lues, Surya Darma, S.Kom, memastikan proses distribusi masih terus berlanjut. Untuk Kecamatan Pining, penyaluran belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca dan akses menuju lokasi belum memungkinkan.

“Keselamatan petugas dan kelancaran distribusi menjadi perhatian utama. Begitu cuaca membaik, bantuan untuk Kecamatan Pining akan segera kami salurkan agar seluruh masyarakat terdampak memperoleh hak yang sama,” ujarnya.

Bagi sebagian orang, kasur mungkin hanya perlengkapan rumah tangga. Namun bagi para penyintas bencana yang telah berbulan-bulan tinggal di hunian sementara, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian dan secercah harapan untuk menjalani hari-hari dengan lebih layak.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan layanan bagi masyarakat, hingga pembangunan hunian tetap.

Harapannya, setiap keluarga yang terdampak tidak hanya kembali memiliki tempat tinggal yang aman, tetapi juga mampu bangkit dan menata kehidupan mereka dengan penuh optimisme. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *