Habapublik.com, Sabang – Sebuah boat nelayan tenggelam di perairan depan Pantai Jaboi, Kota Sabang, Jumat (18/9/2026), sekitar pukul 16.30 WIB. Boat bermesin 40 PK tersebut tenggelam setelah dihantam gelombang besar saat nelayan hendak mengangkat jangkar dan bersiap kembali ke darat.
Boat tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK) dan satu pawang. Sebelumnya, para nelayan telah selesai mengangkat jaring pisang-pisang dengan hasil tangkapan sekitar 150 kilogram ikan.
“Boatnya memang sudah sarat muatannya sama ikan, jaring, dan ABK ada tujuh dan pawang satu. Saat jangkarnya ditarik, tiba-tiba ombak datang besar, akhirnya boat tenggelam di situ,” kata Muhammad Isa, nelayan sekaligus saksi kejadian, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Isa, kondisi cuaca di perairan Jaboi dalam beberapa hari terakhir cenderung tidak stabil. Angin kencang, gelombang, hujan dan badai disebut membuat kondisi laut berubah dengan cepat.

Saat kejadian, terdapat empat boat nelayan yang berada di sekitar lokasi. Nelayan yang melihat kejadian langsung mendatangi lokasi dan membantu mengevakuasi seluruh ABK serta pawang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, cuma korban harta saja. Ada kacamata, alat selam, tali-tali, tong dan beberapa barang lain yang hilang. Jaring juga sudah bisa diambil walaupun sudah robek semua,” ujarnya.
Boat yang tenggelam kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat. Jaring serta sejumlah peralatan tangkap yang sempat tertinggal di lokasi juga berhasil diangkat. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp5 juta, termasuk peralatan melaut dan hasil tangkapan.
Isa berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serta bantuan kepada nelayan yang mengalami musibah. Ia juga mengimbau nelayan untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan.(*)












