Habapublik.com, Bener Meriah – Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah masih berstatus Level II atau Waspada. Berdasarkan informasi yang diterima dari Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong mencatat 11 kali gempa vulkanik dalam selama periode pengamatan Jumat, 11 September 2026.
Berdasarkan laporan aktivitas gunungapi dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, kondisi gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga II. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Selain gempa vulkanik dalam, petugas juga mencatat dua gempa tektonik lokal dan dua gempa tektonik jauh.
Gempa vulkanik dalam tercatat memiliki amplitudo dua hingga 65 milimeter, dengan durasi 10 hingga 25 detik dan nilai S-P antara 1,2 hingga 3 detik.
Sementara gempa tektonik lokal tercatat dengan amplitudo 65 milimeter, S-P empat hingga tujuh detik, serta durasi 34 hingga 35 detik. Sedangkan gempa tektonik jauh memiliki amplitudo dua hingga 16 milimeter, S-P 14 hingga 15 detik dan durasi 43 hingga 46 detik.
Dalam periode pengamatan tersebut, cuaca di sekitar Gunung Api Bur Ni Telong terpantau cerah hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang dari arah selatan. Suhu udara berkisar antara 15 hingga 21 derajat Celsius.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati area kawah dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Api Bur Ni Telong.
Masyarakat juga diminta tidak berada di sekitar daerah fumarola dan solfatara, terutama saat kondisi cuaca mendung maupun hujan.
Rekomendasi tersebut diberlakukan seiring dengan status aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong yang masih berada pada Level II atau Waspada.(*)












