Daerah  

Bupati Sibral Dorong Bendungan Lhok Pineung Masuk Proyek Strategis Nasional

Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi bersama jajaran terkait, sedang beraudiensi dan koordinasi dengan Dirjen SDA Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan sejumlah pejabat Ditjen SDA lainnya di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Prokopim Pemkab Pidie Jaya.

Habapublik.com, Meureudu – Harapan besar pembangunan Bendungan Lhok Pineung di kecamatan Meurah Dua kembali mengemuka. Pasalnya, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mendorong proyek tersebut masuk kedalam katagori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Pidie Jaya itu pada saat beraudiensi dengan Dirjen SDA Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan sejumlah pejabat jajaran Ditjen SDA lainnya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Andai kata proyek bendungan yang pernah digagas Bupati Aiyub tahun 2020 itu terealisasi, Sibral meyakini, keberadaannya dapat menjadi penunjang baru bagi ketahanan air, sektor pertanian, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.

“Kami berharap bendungan lhok pineung segera dikaji dan ditindaklanjuti. Bendungan ini sangat penting untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus mengendalikan ancaman banjir di Pidie Jaya,” ujarnya dalam audiensi tersebut.

Bendungan lhok pineung yang berada di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya kata Sibral menjadi kebutuhan sangat mendesak untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus juga menopang pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.

Seperti diketahui, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi tak henti menjemput bola ke Ibu Kota. Hal itu dilakukan demi menata kembali sendi-sendi kehidupan masyarakat sekaligus memperjuangkan pemulihan dan kemaslahatan warga Pidie Jaya pascabanjir bandang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Nyak Syi, sapaan Bupati Pidie Jaya, kembali bergerak bersama Asisten Pembangunan dan Perekonomian Orizal Safitri, Plt Kepala Dinas PU Edi Saputra, Plt Kalaksa BPBD Okta Handipa, Kabid Pengairan Amir Hamzah, serta jajaran terkait.

Selain mendorong supaya bendungan lhok pineung masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional atau PSN, Bupati Sibral juga kembali memohon kepada pusat percepatan penanganan sungai, muara, tebing, jaringan irigasi, JIAT, serta rehabilitasi terkait.

“Kami berharap sangat kepada pemerintah pusat agar seluruh usulan penanganan dapat segera dipercepat. Terutama sedimentasi sungai pascabencana, yang jika dibiarkan dapat terus menumpuk dan mengancam kapasitas aliran sungai,” tegas Sibral.

Pemkab Pidie Jaya dalam audiensi ini berharap adanya tindak lanjut melalui kajian teknis, verifikasi lapangan, dan program prioritas. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah setempat mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sumber daya air.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *