Habapublik.com, Lhoksukon: Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara Dr. Drs. Mahyuzar, M.Si mengunjungi lokasi korban angin badai di kawasan Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.
Kedatangan Rombongan Pj Bupati, pada pukul 21.00 Wib Pasca angin kencang, disinyalir hanya sesaat. Pasalnya ia terburu buru meninggalkan lokasi tanpa melihat secara detail kondisi korban bencana hujan angin badai menghempas perkampungan penduduk, Jumat, 19/07/2024).
Sejumlah Wartawan baru tiba di lokasi korban angin puting beliung di kecamatan Tanah Luas pun mengaku merasa kecewa tidak mendapatkan keterangan bersama Pj Bupati Aceh Utara.
Mana Pj Bupati?,” tanya Wartawan SCTV dan wartawan lain yang ingin Doorstop kepada salah satu pria berompi merah bertuliskan Kemensos. Petugas berbaju coklat, “Ngak ada kabar apa-apa, beliau langsung naik mobil dan langsung bergerak kearah Poin-A,” katanya.
“Kami kira, beliau kesini untuk lakukan penyisiran, menjumpai warga yang terkena dampak, namun sejak tiba hingga pergi hanya berdiri-berdiri saja disini, ngak kemana-mana dan langsung pergi,” kata pria lain yang juga dilokasi, Jumat 19 Juli 2024.
“Kalian tulis aja seperti apa adanya, kami juga ngak tau beliau mau kemana lagi, karena memang ngak ada info apa -apa dari beliau maupun dari tim humas yang ikut rombongan, mereka langsung gerak,” kata pria berompi Dinsos menyamperi wartawan.
Selama beberapa menit dilokasi kunjungan Mahyuzar disambut unsur muspika Kecamatan Setempat, Kapolsek Iptu H. Mahmud, S.E, dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 10 Tanah Luas, tepat di Cluster III Blok B.
Plt Camat Tanah Luas, Sebut Pj Bupati Tinjau Banyak Lokasi Bencana
Meskipun peninjauan lokasi dilakukan PJ Bupati Mahyuzar berlangsung singkat, Tim gabungan TNI/Polri juga Relawan BPBD tetap siaga melakukan evakuasi dan pendataan korban Bencana Hujan Badai di Kecamatan Tanya Luas Aceh Utara.
Plt Camat Tanah Luas Bakhtiar, S.E menyebut ada beberapa gampong yang terkena dampak kerusakan akibat angin badai itu, rumah, ruko, hingga lapak usaha masyarakat porak poranda. “Bahkan yang lebih parah, ada sebagian rumah tertimpa pohon,” katanya.
Bakhtiar melanjutkan, jika ditotalkan kerugian yang dialami masyarakat akibat musibah angin badai itu berkisar hingga tiga miliar rupiah.
Sementara menjawab pertanyaan terkait peninjauan Pj Bupati secara singkat, Plt Camat Tanah Luas menyebutkan, alasan Pj Bupati mendadak hilang dari lokasi, karena ingin melihat kerusakan lebih parah ditempat lain.
”Mungkin Pj Bupati Pak Mahyuzar mulanya mengira jika yang roboh adalah pemukiman warga, namun dilokasi hanya tenda- tenda tempat usaha saja,”terang Baktiar kepada Wartawan.(*)












