Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Pascapanen Alpukat dan Teknik Perbanyakan Benih dengan Metode Sambung Pucuk. Kegiatan diadakan di Putro Ijoe, Gampong Aneuk Laot, diikuti sebanyak 12 orang petani Alpukat lokal.
Kepala Distanpangan Kota Sabang Fachri, SE, MAP melalui Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Widia, SP, M.SI mengatakan, bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada petani terkait ciri-ciri buah alpukat yang siap panen.
Dengan teknik pascapanen yang tepat, alpukat yang dipetik dapat matang secara optimal dan terhindar dari pembusukan.
“Alpukat yang dipanen harus benar-benar matang agar tidak merugikan konsumen. Kami mengajarkan teknik untuk mengetahui buah alpukat yang sudah layak petik, karena sebagai tanaman klimaterik, alpukat memerlukan proses pemeraman untuk mencapai kematangan sempurna,” ujar Widia, Kamis (21/11/2024).
Saat ini, alpukat telah menjadi salah satu komoditas strategis di Sabang, dengan potensi besar untuk dikembangkan. Sebanyak 35 petani telah menanam alpukat di lahan kebun dan pekarangan rumah, khususnya di kawasan By Pass, Paya, Bateshok, Payaseunara, Aneuk Laot, dan Anoi Itam.
“Animo masyarakat sangat luar biasa karena alpukat memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dari hasil survei di lapangan, satu batang alpukat dapat menghasilkan 400-500 kg buah. Dengan harga jual sekitar Rp 20 ribu per kg, satu batang pohon alpukat berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp 10 juta. Proses panen alpukat biasanya berlangsung antara 6 hingga 8 bulan setelah mulai berbunga,” jelas Kepala Distanpangan.
Produk alpukat Sabang saat ini telah dipasarkan hingga ke luar Aceh, seperti Sumatera dan Lampung. Kedepannya didarapkan, alpukat Sabang dapat masuk ke pasar dan supermarket di Banda Aceh dalam waktu dekat.
Untuk memperkuat jaringan petani, Distanpangan telah membentuk komunitas petani alpukat Sabang yang akan memudahkan para petani dalam berbagi informasi dan mengembangkan budidaya alpukat di daerah tersebut. Widia berharap, agar teknik budidaya alpukat ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan hasil yang optimal bagi petani dan dapat dinikmati bersama.(*)












