Habapublik.com, Sabang : Pemerintah Kota Sabang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan upaya ketahanan pangan dengan menanam padi gogo di Kota Sabang. Hingga saat ini terdata, sudah seluas 21 hektar lahan ditanami pada gogo, dan direncakan akan teru dilakukan perluasan lahan yang terbagi di tiga kecamatan.
Namun, setelah memasuki masa 48 hari masa tanam petani padi gogo di Sabang, kini petani menghadapi tantangan serius akibat serangan hama pada dua lokasi utama. Serangan tersebut terjadi di Kelompok Tani (Poktan) Paya di Iboih yang mencakup lahan seluas 8.000 meter, serta di Cot Abeuk.
Kepala Bidan Penyuluh Hendri mengungkapkan, jenis hama yang menyerang meliputi penyakit blas, hawar daun, dan penggerek batang, yang dapat berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Aceh untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Hama ini hanya menyerang pada dua titik saja, sedangkan wilayah lain aman dari serangan penyakit. Kami sangat berhati-hati dalam menentukan metode penanganan agar tidak salah langkah dan dapat meminimalkan kerugian petani,” ujar Hendri, Sabtu (30/11/2024).
Meskipun tantangan ini muncul, kerja sama antara petani, Distanpangan Sabang, dan Dinas Pertanian Provinsi menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian hama.
Langkah ini bertujuan memastikan keberhasilan panen dan mencegah penyebaran serangan ke lahan lainnya.
Padi gogo dipilih sebagai alternatif strategis karena kemampuannya tumbuh di lahan kering tanpa memerlukan sistem irigasi yang kompleks.
Dengan luasluas lahan total 24 hektar, hasil produksi padi gogo ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal dan meningkatkan pendapatan petani di Sabang.
Hendrik menambahkan, tantangan di lapangan yang terjadi tidak menyurutkan semangat para petani dan pihak terkait.
“Mereka optimis bahwa dengan langkah penanganan yang tepat, target panen dapat tercapai dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Sabang,” tutupnya.(*)












