Ragam  

Penumpang KMP BRR Meninggal Dunia dalam Perjalanan dari Ulee Lheue Menuju Sabang

Seorang penumpang KMP BRR dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Sabang. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal masih berada di tengah laut, Selasa (15/7/2025). Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Seorang penumpang KMP BRR dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Sabang. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal masih berada di tengah laut, Selasa (15/7/2025).

Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Balohan, Gema Eka Putra, SKM, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan menerima laporan dari Nahkoda sekitar pukul 13.00 WIB tentang penumpang yang mengalami sesak napas.

Namun belum sempat kapal merapat, pihak pelabuhan kembali dihubungi dan diinformasikan bahwa penumpang tersebut telah meninggal dunia. Menurut Gema, informasi itu diterima sekitar 10 hingga 15 menit setelah laporan pertama masuk.

“Begitu menerima kabar dari Nahkoda, kami langsung bergerak cepat dengan menyiagakan satu unit ambulans beserta petugas medis di dermaga. Saya hubungi kembali kapten kapal untuk menanyakan perkembangan kondisi pasien. Namun, diinformasikan bahwa pasien sudah tidak bernapas lagi,” ungkap Gema kepada wartawan, Rabu (16/07/2025).

Tenaga medis yang kebetulan berada di atas kapal telah melakukan tindakan pertolongan pertama. Upaya tersebut termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan pemberian napas buatan, namun tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Pihak pelabuhan kemudian membawa jenazah ke RSUD Sabang untuk pemeriksaan medis lanjutan. Hal ini dilakukan karena petugas karantina tidak memiliki wewenang menyatakan kematian secara resmi.

Korban diketahui bernama Rahmat (66), warga Gampong Kuta Ateuh, Sabang yang merupakan pensiunan dan memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga korban yang berada di lokasi telah menerima kejadian ini dengan lapang dada.

Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, menyebut kejadian ini murni karena faktor kesehatan. “Ia memang memiliki riwayat sakit jantung. Awalnya mengalami sesak napas, kemungkinan karena kondisi kapal yang cukup ramai,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan keterangan resmi dari General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Reno yulianto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *