Habapublik.com, Sabang : Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus memperkuat upaya peningkatan ketahanan pangan daerah dengan melaksanakan program budidaya padi gogo tahun 2025. Program ini diawali dengan pemutakhiran data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang melibatkan 62 petani dengan total luas lahan mencapai 37,25 hektare.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Hendri Supriyetno, S.IP., mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh lahan potensial termanfaatkan dengan baik. Menurutnya, data CPCL menjadi dasar utama dalam penyaluran benih dan sarana pendukung lainnya agar program padi gogo berjalan optimal.
“Pendataan ini kami lakukan agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Total benih yang tersedia sebanyak 512 kilogram dengan kebutuhan benih mencapai 325 kilogram, menggunakan varietas unggul Inpago 13 Fortiz,” ujar Hendri Supriyetno.
Ia menambahkan, kegiatan olah lahan dan penanaman padi gogo telah dimulai sejak September dan akan berlangsung hingga Desember 2025. Dari total petani yang terdaftar, sebanyak 23 petani sudah melakukan olah lahan dan 23 lainnya telah memulai penanaman.
“Sebagian besar petani menanam padi gogo di lahan yang sebelumnya digunakan untuk tanaman hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, serta lahan kosong yang kini dioptimalkan,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi padi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan kering di wilayah Sabang secara produktif.
Dinas Pertanian dan Pangan Sabang berkomitmen terus memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada petani agar kegiatan budidaya berjalan sesuai dengan standar teknis. Dengan dukungan penuh dari petani dan pemerintah, Sabang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas pangan serta memperkuat kemandirian daerah dalam sektor pertanian.(*)












