Habapublik.com, Sabang: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menggelar pelatihan Pengembangan Usaha Produktif bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di Kota Sabang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi peserta.
Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif BP2MI, Sukarman, S.Si., M.Sc., M.Ec.Dev mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Sabang. Peserta yang hadir merupakan purna PMI yang berasal dari daerah tersebut.
“Pelatihan ini tidak hanya berlangsung tiga hari, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan inkubasi bisnis agar usaha peserta dapat berkembang dan naik kelas. BP2MI juga akan melakukan pembinaan dan monitoring berkelanjutan,” ujar Sukarman, Selasa (11/11/2025).
Antusiasme peserta dinilai sangat tinggi, sebagian besar di antaranya telah memiliki usaha dan berkeinginan memperkuat kapasitas. Pelatihan ini diharapkan menjadi sarana membangun jejaring wirausaha antar peserta.
Sementara itu, Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, S.H., M.Hum mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong purna PMI untuk mandiri secara ekonomi. Ia menyebut Sabang memiliki potensi yang menjanjikan karena merupakan kawasan wisata.
“Potensi usaha seperti kuliner, kerajinan, travel, hingga penginapan sangat besar di Sabang, dan kami berharap purna PMI semakin percaya diri memulai maupun mengembangkan usahanya. Kegiatan serupa bisa diperluas ke daerah lain di Aceh,” kata Siti.
BP3MI Aceh membuka peluang untuk mengalokasikan program lanjutan apabila pendataan purna PMI di Sabang dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Pemerintah daerah diharapkan dapat membantu proses pendataan tersebut.
Program pemberdayaan ekonomi ini sekaligus mempertegas tagline BP2MI, yaitu “Pergi Migran, Pulang Juragan.” Diharapkan langkah tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan purna PMI dan keluarganya.(*)












