Habapublik.com, Takengon: Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah telah memicu lonjakan harga sejumlah bahan pangan pokok, menambah beban berat bagi warga yang tengah berjuang memulihkan kondisi.
Keterisolasian wilayah akibat kerusakan infrastruktur menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga yang signifikan.
Warga Takengon, Yarni, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi ini. Dia mengaku keberatan dengan kenaikan harga, namun apa mau dikata, semua penuh perjuangan.
“Harga-harga naik sangat tajam. Mau tidak mau, kami harus membeli karena kebutuhan,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada beras, yang kini mencapai Rp 430 ribu per sak (15 kilogram). Jika harga normal 230 ribu per sak.
Ikan asin juga melonjak dua kali lipat menjadi Rp 150 ribu per kilogram, sementara harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai Rp 30 ribu per liter, dan telur Rp 130 ribu per papan. “Telur biasanya paling mahal 53 ribu, sekarang barang sulit dan harga tinggi,” katanya lagi.
Keterputusan akses jalan akibat longsor dan banjir menjadi penyebab utama kelangkaan pasokan. Distribusi barang menjadi terhambat, sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga untuk menutupi biaya operasional yang meningkat. Selain itu, spekulasi juga diduga turut memperparah situasi ini.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama untuk memulihkan jalur distribusi.
Selain itu, operasi pasar murah dan pengawasan terhadap praktik penimbunan barang juga perlu dilakukan untuk menstabilkan harga.
Bantuan logistik dari pemerintah pusat dan lembaga kemanusiaan juga sangat dibutuhkan untuk meringankan beban warga Aceh Tengah yang tengah menghadapi kesulitan, baik itu korban maupun terdampak bencana.
Kenaikan harga pangan pasca bencana ini menjadi tantangan berat bagi pemulihan Aceh Tengah. Penanganan yang cepat dan tepat dari semua pihak sangat krusial untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh warga dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Yarni dan warga lainnya berharap agar kondisi ini segera berakhir dan akses jalan dapat segera dipulihkan, mengakhiri keterisolasian Aceh Tengah dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.(*)












