*Habiskan BBM 37 Ton Selama Listrik Padam
Habapublik.com, Aceh Besar: Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar turut berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kabupaten Aceh Besar. Instalasi dan perkantoran PDAM Tirta Mountala mengalami gangguan pasokan listrik yang berpengaruh pelayanan untuk pelangan.
Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos M.Si pada Konferensi Pers terkait Dampak Bencana Banjir Terhadap Pelayanan Air Bersih di Aceh Besar, yang dilaksanakan di Ruang Rapat PDAM Tirta Mountala, Aceh Besar, Jum’at (19/12/2025).
“Kondisi listrik sangat mempengaruhi distribusi air kepada pelanggan sehingga turut berdampak saat Banjir. Saat banjir PDAM Tirta Mountala juga tergenang air, butuh waktu untuk membersihkan,” ungkap BJ panggilan akrab Bahrul Jamil yang juga Sekda Aceh Besar tersebut.
Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Ir. Sulaiman, M.Si mengungkapkan, dampak Banjir pada hari Rabu 27 November 2025 mengakibatkan WTP (Water Treatment Plant) Siron masuk air sekitar 50 cm, sehingga ada beberapa peralatan terendam air.
Menurutnya, Dampak akibat banjir juga terjadi 2 pompa yang terendam lumpur. “Pompa tersebut berada di Sungai Krueng Aceh. Akibat air terlalu tinggi maka merendam pompa tersebut. Pada saat debit air di sungai mulai turun, pekerja memperbaiki pompa dan menghidupkan kembali 3 pompa yang ada.
“Penyaluran air bersih selama ini sangat terganggu akibat Pompa yang terendam lumpur dan listrik yang mati, karena pendistribusian sangat membutuhkan listrik untuk menghidupkan pompa,”ujarnya.
Untuk itu kata Sulaiman, PDAM Tirta Mountala meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas terhambatnya pelayanan, walaupun demikian pihaknya berusaha semaksimal mungkin dalam dampak Banjir tersebut untuk dapat menyalurkan air bersih ke masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan Direktur teknik Ir. Salman, M.Si, ia mengatakan, kondisi Inject atau pompa yang terdampak di wilayah Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh di Gampong Siron sangat berpengaruh, karena menggunakan air baku dari krung Aceh, dimana pompa tersebut terpaksa dishotdown karena seluruh panel pompa terendam banjir.
“Semua inject atau pompa yang terendam banjir bisa diselamatkan walau ada beberapa yang harus diperbaiki. Selain itu Operasional saat ini sangat tergantung daya dari PLN karena daya yang dibutuhkan sangat besar, maka genset tidak dapat memcover seluruh pelayanan,” katanya.
Direktur Umum David Zainal, SE mengungkapkan Biaya operasional yang dikeluarkan selama banjir sangat besar, mulai 27 November 2025 sampai 18 Desember 2025 menghabiskan BBM 37 ton atau 37 rb liter dengan biaya 900 juta untuk kebutuhan genset.
“Selama banjir Genset kita optimalkan untuk hidup per 8 jam dengan 8 genset yang ada dan mengoffkan selama 2 jam. Sebelumnya saat situasi mormal hanya menghabiskan BBM 10 ton dalam setahun,”katanya
Walau Pelayanan tidak maksimal PDAM Tirta Mountala terus berusaha untuk menyuplai air bersih di tengah dampak bencana banjir dengan mengupayakan genset tetap hidup dan distribusi berjalanan lancar. Hal itu tampak dari Operasional WTP Siron, WTP Darul Imarah, WTP Indrapuri dan beberapa tempat lainnya semua berjalan menggunakan genset.
Untuk diketahui mulai 19 Desember 2025 distribusi air bersih kembali normal. “Kami Berharap listrik PLN stabil tidak ada pemadaman, insya Allah pelayanan air bersih kembali normal dalam 2 hari kedepan dengan menggunakan pompa yang ada untuk didistribusikan sampai ke pelosok Aceh Besar”, tutup Ir. Sulaiman, M.Si (*)












