PT Hutama Karya Diminta Percepat Penanganan Ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Khairudin Kasiman, ST.

*Jalan Terputus, Pemulihan Terancam

Habapublik.com, Blangkejeren: Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues, satu persoalan krusial masih menjadi simpul penghambat hampir seluruh program pembangunan yaitu terputusnya Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Khairudin Kasiman, ST, menegaskan secara tegas meminta PT Hutama Karya untuk mempercepat penanganan ruas jalan vital tersebut. Selama akses Blangkejeren–Kutacane belum dapat dilalui secara normal, berbagai program strategis pemerintah berpotensi tersendat, bahkan terancam gagal tepat waktu.

“Apapun program yang dilaksanakan di Gayo Lues—baik pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), maupun kegiatan pemulihan lainnya—akan menghadapi kendala besar jika jalan ini belum bisa dilalui,” ujar Khairudin, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, ruas Blangkejeren–Kutacane merupakan satu-satunya jalur utama yang menghubungkan Gayo Lues dengan Sumatera Utara, sekaligus jalur logistik vital untuk pengangkutan material bangunan, alat berat, dan kebutuhan pokok masyarakat. Hampir seluruh pasokan pembangunan pascabencana bergantung pada akses tersebut.

“Seluruh alat dan material pembangunan masuk dari Sumatera Utara. Jika jalan terputus atau hanya bisa dilalui secara terbatas, maka biaya membengkak, waktu terbuang, dan masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar soal infrastruktur, keterlambatan penanganan jalan ini berdampak langsung pada sisi kemanusiaan. Ratusan warga terdampak bencana masih menanti kepastian hunian yang layak. Setiap hari penundaan berarti memperpanjang masa tinggal di kondisi darurat, dengan risiko sosial dan kesehatan yang tidak kecil.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap PT Hutama Karya sebagai pelaksana penanganan ruas jalan nasional tersebut dapat meningkatkan intensitas pekerjaan, menambah alat berat, serta memastikan progres lapangan berjalan lebih cepat dan terukur.

“Kami tidak menuntut hal yang berlebihan. Yang kami minta adalah percepatan penanganan yang serius, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Khairudin.

Masyarakat Gayo Lues kini menunggu bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata. Jalan Blangkejeren–Kutacane bukan hanya bentangan aspal dan tanah—ia adalah nadi kehidupan, jalur harapan, dan kunci pemulihan daerah yang tengah bangkit dari bencana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *