Habapublik.com, Subulussalam – Warga Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) yang mengapung di aliran Sungai Kedabuhan, Desa Jontor. Informasi penemuan jenazah ini pertama kali diterima pihak kepolisian dari laporan masyarakat setempat pada Jumat sore (13/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Merespons laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Subulussalam bersama personel Polsek Penanggalan dan petugas piket Pos Pelayanan langsung bergerak ke lokasi. Upaya pengecekan dan evakuasi awal segera dilakukan dengan melibatkan bantuan warga sekitar yang berada di area penemuan guna mempercepat proses pengamanan titik koordinat jenazah.
Namun, proses evakuasi sempat terhambat oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Hujan deras yang mengguyur lokasi penemuan tidak hanya menyulitkan pergerakan petugas, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan personel karena medan yang menjadi licin dan berbahaya bagi tim evakuasi di lapangan.
Kepala Kepolisian Resor Subulussalam melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Mufakhir mengonfirmasi bahwa tim baru bisa melanjutkan pergerakan setelah intensitas hujan mereda sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas harus berjuang menuruni area curam di sekitar air terjun Kedabuhan untuk bisa menjangkau titik keberadaan jenazah tersebut.
“Sekitar pukul 18.30 WIB, tim berhasil tiba di lokasi dan langsung melakukan tindakan awal dengan mengangkat jenazah dari aliran sungai ke dalam kantong mayat,” ujar Iptu Abdul Mufakhir saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penemuan mayat tersebut.
Langkah pengamanan ini dilakukan secara cepat guna menghindari potensi serangan hewan liar serta mengantisipasi luapan debit air sungai yang meningkat akibat curah hujan tinggi. Untuk sementara, jenazah ditempatkan di posisi yang dinilai relatif aman dari jangkauan arus sungai sembari menunggu bantuan logistik evakuasi tambahan.
Meski posisi jenazah sudah berhasil diamankan, proses pengangkatan menuju jalur utama belum bisa dituntaskan secara menyeluruh. Hal ini disebabkan oleh medan yang sangat terjal berupa tebing curam serta keterbatasan peralatan evakuasi jalur air dan jumlah personel yang ada di lokasi pada saat kejadian.
Mengingat situasi yang sudah gelap dan cuaca kembali memburuk, tim memutuskan kembali ke titik aman pada pukul 20.00 WIB guna meminimalisir risiko. Proses evakuasi lanjutan akan dijadwalkan kembali dengan kesiapan personel yang lebih banyak serta dukungan peralatan penerangan dan teknis yang lebih memadai.(*)












