Habapublik.com, Sabang – Memasuki akhir Ramadan, aktivitas berbuka puasa bersama (bukber) di Kota Sabang tetap ramai. Namun, pergeseran tren lokasi bukber turut berdampak pada pendapatan pelaku usaha kuliner.
Pemilik usaha Sabang Food Court, Jufidar, mengatakan usahanya mulai beroperasi sejak hari ketiga puasa. Peningkatan pesanan mulai terasa setelah memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan.
“Untuk pendapatan, dari tahun kemarin ke tahun ini agak menurun karena bahan semakin mahal dan banyak tempat bukber baru. Kondisi ini dirasakan sejak memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan,” ujar Jufidar, Kamis 19 Maret 2026.
Menurutnya, bertambahnya lokasi alternatif bukber membuat persaingan usaha kuliner semakin ketat di Sabang. Salah satu lokasi yang kini menjadi tren adalah kawasan Jembatan Merah Putih.
“Jembatan Merah sekarang jadi tren masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga sambil berbuka puasa. Lokasi ini ramai karena menawarkan suasana santai dengan konsep membawa makanan sendiri,” katanya.
Jufidar menyebutkan, rata-rata omzet harian saat ini sekitar Rp1,5 juta, menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp2 juta per hari. Meski demikian, pesanan masih terus masuk hingga mendekati penutupan usaha di akhir Ramadan.
Ia menambahkan, menu andalan berupa seafood saus Padang dan ikan nila masih menjadi favorit pelanggan. Ia juga berharap adanya penambahan fasilitas penerangan di kawasan Jembatan Merah Putih agar masyarakat lebih nyaman saat berbuka puasa.(*)












