Habapulik.com, Blangkejeren – Suasana haru, penuh harapan dan doa menyelimuti Kompleks Masjid Agung As-Shalihin, Blangkejeren, Selasa (21/4/2026). Sebanyak 74 jamaah calon haji asal Gayo Lues mulai langkah awal perjalanan spiritual mereka dengan mengikuti Bimbingan Manasik Haji Tahun 2026.
Di halaman masjid yang menjadi pusat kegiatan, para jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap arahan. Wajah-wajah penuh harap terpancar dari para calon tamu Allah yang sebentar lagi akan menapakkan kaki di Tanah Suci.
Manasik haji ini mengangkat tema “Terintegrasi Menuju Layanan Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan Kabupaten Gayo Lues Tahun 2026.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan haji kini semakin inklusif dan manusiawi, terutama bagi jamaah yang membutuhkan perhatian khusus.
Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan Biasa.
Dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Daerah Gayo Lues, H. Irwansyah, S.Si., MM, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, ibadah haji merupakan tugas nasional yang menyangkut kehormatan bangsa Indonesia, sehingga pengelolaannya dilakukan secara serius oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia mengingatkan para jamaah agar menjadikan manasik sebagai bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Manasik ini bukan hanya teori. Ini adalah simulasi perjalanan ibadah yang akan Bapak dan Ibu jalani di Tanah Suci. Ikuti dengan sungguh-sungguh agar setiap rukun dan wajib haji dapat dilaksanakan dengan benar,” ujar Irwansyah.
Ia berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur, sebuah impian yang menjadi harapan setiap muslim yang menunaikan ibadah haji.
74 Jamaah Siap Menuju Tanah Suci.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Syariat Islam Gayo Lues, Ansarullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jamaah calon haji tahun ini sebanyak 74 orang, terdiri dari:
31 jamaah laki-laki
43 jamaah perempuan

Para jamaah tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gayo Lues.
Kegiatan manasik akan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama dan kedua, jamaah menerima berbagai materi penting, mulai dari tata cara ibadah haji, kesehatan jamaah, hingga kesiapan mental dan fisik.
Sedangkan pada hari ketiga, para jamaah akan mengikuti praktik langsung manasik haji, mulai dari simulasi tawaf, sa’i hingga rangkaian ibadah lainnya di kompleks Masjid Agung As-Shalihin.
Berangkat Bersama Kloter 8 Embarkasi Aceh
Untuk keberangkatan tahun ini, jamaah haji dari Aceh tergabung dalam Gelombang II yang dijadwalkan berlangsung mulai 6 Mei hingga 21 Mei 2026.
Adapun jamaah dari Gayo Lues akan tergabung dalam Kloter 8 dan dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 13 Mei 2026.
Kegiatan pembukaan manasik ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Gayo Lues, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, para narasumber, panitia pelaksana, serta seluruh jamaah calon haji.
Bagi para jamaah, manasik ini bukan sekadar latihan. Ia adalah awal dari perjalanan spiritual yang panjang, perjalanan menuju panggilan suci yang telah lama dinantikan.
Doa pun terus dipanjatkan, agar perjalanan mereka menuju Baitullah berjalan lancar, penuh keberkahan, dan kembali ke tanah air dengan membawa gelar mulia Haji dan Hajjah yang mabrur.(*)












