Habapublik.com, Sabang – Petani di Gampong Anoi Itam Kota Sabang mulai memanen timun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Hasil panen ini mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menyuplai pasar luar daerah.
Salah satu petani, Safaruddin, menjelaskan proses budidaya timun telah dilakukan sejak awal tahun. Ia menyebut penanaman dimulai pada bulan Maret 2026 lalu dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
“Kalau kita menanamnya itu sejak bulan tiga, masuk bulan puasa, sampai sekarang masa panen dengan jumlah bibit sekitar 19.000. Masa tanam hingga panen berlangsung sekitar 46 hari dengan hasil panen bertahap yang terus meningkat,” kata Safaruddin, Senin 04 Mei 2026.
Dalam satu masa panen, produksi timun dapat mencapai 2 hingga 3 ton, bahkan sebagian telah dipasarkan ke luar Sabang. Sementara untuk pasar lokal, distribusi dilakukan secara bertahap dengan kisaran 500 kilogram hingga 1 ton per pengiriman.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Widia, menyebut petani di Anoi Itam saat ini sudah mampu mandiri dalam proses budidaya. Namun demikian, pihaknya tetap memberikan pembinaan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan.
“Ke depan, jika penanaman ini berlanjut secara kontinu, kami akan memberikan dukungan pembinaan serta bantuan pupuk, baik organik maupun kimia. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani,” ujar Widia.
Selain itu, keberhasilan panen ini juga didukung oleh pengelolaan air dan pemupukan yang tepat meski dilakukan secara sederhana. Petani memanfaatkan sumber air umum dengan sistem penampungan dan penyiraman pada malam hari agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.
Dengan hasil panen yang terus meningkat, petani berencana memperluas lahan dan mengembangkan komoditas lain seperti pepaya madu dan kangkung. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Gampong Anoi Itam.(*)












