Habapublik.com, Sabang – Kerajinan Ecoprint di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Sabang terus berkembang dengan memanfaatkan bahan alami sebagai motif utama berbagai produk kain dan busana. Usaha kreatif tersebut kini melibatkan puluhan warga dengan hasil produksi yang semakin beragam.
Desa pengrajin Ecoprint tersebut turut dikunjungi Marlina Muzakkir saat berada di Sabang. Dalam kunjungan itu, Marlina melihat langsung berbagai hasil karya Ecoprint yang dipamerkan warga di halaman Kantor Geuchiek Gampong Ie Meule.
“Kami berkesempatan meninjau langsung kreativitas para pengrajin Ecoprint di Gampong Ie Meule, Sabang. Deretan kain bermotif alami yang dipamerkan di halaman Kantor Geuchiek menunjukkan potensi ekonomi kreatif di Kecamatan Sukajaya terus berkembang,” kata Marlina Muzakkir, Senin 11 Mei 2026.
Kerajinan Ecoprint di Gampong Ie Meule telah dikembangkan masyarakat sejak tiga tahun terakhir dengan memanfaatkan berbagai jenis daun dari alam Sabang. Produk yang dihasilkan mulai dari bahan kain, mukenah, gamis, tunik, blazer, jilbab hingga tas dengan harga mulai Rp50 ribu sampai Rp500 ribu.
Ketua pengrajin Ecoprint Ie Meule, Mariani mengatakan seluruh bahan utama untuk membuat Ecoprint berasal dari lingkungan sekitar di Sabang. Menurutnya, saat ini puluhan warga ikut terlibat sebagai pengrajin Ecoprint di gampong tersebut.
“Mengubah daun menjadi karya seni bukan hanya soal estetika, tetapi juga menjaga harmoni dengan alam. Kami bangga karena karya lokal masyarakat terus berkembang dan mulai diminati banyak orang,” ujarnya.
Pengrajin berharap produk Ecoprint khas Ie Meule semakin dikenal luas hingga ke luar daerah. Dukungan promosi dan pemasaran juga diharapkan dapat membantu pengembangan usaha kreatif masyarakat secara berkelanjutan.(*)












