Guru TK di Sabang Dilatih Public Speaking dan Percaya Diri

Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Sabang menggelar pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan komunikasi guru agar lebih percaya diri, inspiratif, dan profesional. Kegiatan tersebut diikuti guru TK se-Kota Sabang dengan menghadirkan pemateri asal Banda Aceh, Wahyu Rezeki, M.I.Kom, CH, Cht. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Sabang menggelar pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan komunikasi guru agar lebih percaya diri, inspiratif, dan profesional. Kegiatan tersebut diikuti guru TK se-Kota Sabang dengan menghadirkan pemateri asal Banda Aceh, Wahyu Rezeki, M.I.Kom, CH, Cht.

Ketua IGTKI Kota Sabang, Umi Darojah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program organisasi sekaligus menjawab kebutuhan guru di lapangan. Menurutnya, masih banyak guru TK yang belum berani tampil memimpin kegiatan maupun berbicara di depan umum.

“Banyak guru yang masih merasa tidak percaya diri ketika diminta menjadi MC atau memimpin kegiatan sekolah. Dari kondisi itulah kami termotivasi menghadirkan pelatihan public speaking agar guru memiliki keberanian dan mindset bahwa mereka juga bisa tampil,” kata Umi Darojah, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menilai kemampuan komunikasi sangat penting dimiliki guru TK karena setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua. Selain membantu proses mengajar, teknik public speaking juga dinilai dapat memperkuat kemampuan storytelling dan penyampaian pesan kepada anak didik.

Pemateri pelatihan, Wahyu Rezeki menyebut guru harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik karena menjadi contoh bagi anak-anak maupun masyarakat. Menurutnya, berbicara di depan anak-anak justru membutuhkan teknik khusus karena karakter anak lebih aktif dan mudah berubah fokus.

“Guru tidak hanya berbicara di depan anak-anak, tetapi juga di depan orang tua sehingga perlu kecakapan komunikasi yang baik agar tidak terjadi miskomunikasi. Untuk anak-anak, guru harus menggunakan metode yang menyenangkan seperti bermain, bercerita, dan bernyanyi agar pesan lebih mudah diterima,” ujar Wahyu Rezeki.

IGTKI Kota Sabang berharap, pelatihan tersebut dapat menjadi langkah awal membangun mental percaya diri guru dalam berbicara di depan publik. Para peserta juga diharapkan terus berlatih dan berani mencoba sehingga kemampuan komunikasi dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas sekolah lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *