Habapublik.com, Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menghadiri Opening Ceremony HIMMAFORIA Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA) Universitas Teuku Umar di GOS Aceh Barat, Jumat (15/5/2026).
Kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap pengembangan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.
Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Himpunan Mahasiswa Manajemen yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif, kreatif, dan inspiratif bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Menurutnya, HIMMAFORIA bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor ekonomi yang kini menghadapi tantangan semakin kompleks.
“Perekonomian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola pasar, pesatnya perkembangan digital, hingga persaingan global.
Dalam situasi seperti ini, mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai agen perubahan sekaligus mitra pemerintah dalam menghadirkan inovasi dan solusi pembangunan,” ujar Said.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan mahasiswa yang mampu mendorong kreativitas, penguatan kewirausahaan, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal di Aceh Barat.
“Kami yakin dan percaya bahwa kemajuan Aceh Barat ke depan sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan harus terus diperkuat,” tambahnya.
Said berharap Kegiatan HIMMAFORIA 2026 menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, membangun jejaring, serta memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
“Melalui semangat kolaborasi dan inovasi yang diusung HIMMAFORIA, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat perubahan, tetapi juga tampil sebagai penggerak pembangunan daerah yang mampu melahirkan gagasan kreatif demi kemajuan Aceh Barat,”pungkas Said.(*)












