Habapublik.com, Meulaboh – Spanduk bertuliskan “Bantuan Kemasyarakatan Presiden berupa sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M” yang sempat viral dan menuai berbagai tanggapan di media sosial akhirnya mendapat penjelasan dari pihak terkait.
Kepala UPTD Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Husnizal Amri, menjelaskan bahwa tulisan pada spanduk tersebut sebenarnya tidak bermaksud menimbulkan polemik ataupun penafsiran yang keliru di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan penafsiran muncul hanya karena cara membaca susunan kalimat pada spanduk tersebut sehingga dianggap bias makna oleh sebagian masyarakat.
“Pada dasarnya teks yang dicantumkan di spanduk itu sudah sesuai dengan redaksi dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia melalui Sekretariat Presiden RI, namun penyutingan desain spanduk yang luput dari perhatian kami dan kami memohon maaf atas kealpaan tersebut” ujar Husnizal di Meulaboh, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, pihaknya mengaku memahami berbagai reaksi yang muncul di masyarakat dan media sosial terkait tulisan tersebut. Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf apabila spanduk tersebut menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami memaklumi kondisi ini dan meminta maaf kepada masyarakat apabila tulisan pada spanduk tersebut menimbulkan multitafsir atau kurang berkenan,” tambahnya.
Sebelumnya, spanduk bantuan sapi kurban dari Presiden RI yang dipasang di kawasan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet. (*)












