Habapublik.com, Takengon – Setelah menanti akses penghubung yang kembali berfungsi pasca bencana 26 November 2025, masyarakat di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kini memiliki harapan baru. Jembatan Bailey Berawang Gajah di Kampung Burlah akhirnya rampung dan diresmikan pada 2 September 2026.
Pemasangan jembatan dinyatakan selesai 100 persen sehari sebelumnya, 1 September 2026. Kehadiran jembatan ini kembali membuka akses antara kawasan Kala Ketol dengan sejumlah kampung di seberang, yakni Burlah, Kekuyang, Buge Ara dan Bintang Pepara.
Keberadaan jembatan ini menjadi bagian penting dalam membuka kembali akses antar-kampung dan mendukung mobilitas warga di Kecamatan Ketol.
Di balik rampungnya pembangunan tersebut, ada kerja bersama masyarakat dari empat kampung yang turut berjibaku menyelesaikan pembangunan jembatan dalam waktu yang telah ditentukan.
Camat Ketol, Zumara Wini Kutarga, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Jembatan Bailey Berawang Gajah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Tengah, Wakil Bupati, serta jajaran dinas terkait.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas PUPR, BPBD, Perkim, Dinas Lingkungan Hidup dan pihak lainnya yang terlibat dalam pembangunan jembatan di Kampung Burlah.
“Kita telah berjibaku bersama masyarakat empat kampung yang telah menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi kami semua masyarakat di Kecamatan Ketol ini,” ujar Zumara di release Sabtu (5/9/2026).
Sebelumnya, akses di kawasan tersebut menjadi perhatian pascabencana. Jembatan gantung di Desa Burlah juga pernah dibangun sebagai penghubung antara Kala Ketol, Burlah, Kekuyang, Buge Ara dan Bintang Pepara.
Kini, rampungnya Jembatan Bailey Berawang Gajah kembali menghadirkan akses penghubung antarkampung bagi masyarakat. Jembatan itu menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas warga di Kecamatan Ketol.
Zumara berharap jembatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan digunakan untuk mendukung aktivitas warga di wilayah tersebut.
Atas nama masyarakat Kecamatan Ketol, ia kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan tersebut.
Ia juga mendoakan para pimpinan yang telah memberikan dukungan agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelapangan dalam menjalankan tugas.
Jembatan Bailey Berawang Gajah kini berdiri sebagai penghubung baru bagi masyarakat empat kampung, sekaligus menjadi simbol dari kerja bersama pemerintah dan masyarakat dalam membuka kembali akses di Kecamatan Ketol.(*)












