*Perairan Sabang
Habapublik.com, Sabang : Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Kota Sabang Mengeluarkan peringatan dini angin kencang dan Gelombang di perairan Sabang. Kecepatan angin diperkirankan hingga 60 kilometer per jam.
BMKG Sabang juga memperkirakan peningkatan kecepatan angin ini akan berlangsung hingga sepekan mendatang (12-17 Februari 2024). Menuurut BMKG berdasar update dinamika atmosfer terpantau adanya peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan yakni lebih dari 30 knot atau 60 kilometer per jam.
Menurut Kepala BMKG Kota Sabang Teguh Suprapto sumber angin berasal dari perairan selat Malaka, atau sebelah timur perairan Aceh. Akibatnya terjadi kenaikan tinggi gelombang di perairan Sabang dan sekiitarnya antara 1,5 hingga 2,5 meter, Dan di perairain Utara lebih dari 3 meter.
“Peningkatan kecepatan angin ini diperkirakan akan berlangsung mulai Senin 12 februari sampai sabtu 17 februari 2024. Dampak peningkatan kecepatan angin ini juga memicu tinggi gelombang 1,5 hingga 2,5 meter dan di utar lih dari 3 meter,” ujarnya, Senin (12/2/2024).
Untuk itu dia berharap agar pengguna transportasi laut agar waspada karena risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan, bila kecepatan angin (lebih dari 15 knot, dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
Selain itu kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi. “Sedangkan untuk masyarakat yang beraktifitas di luar rumah agar memperhatikan Baliho, pohon besar, tiang listrik yang berpotensi tumbang atau roboh sehingga membahayakan keselamatan,” tambahnya.
Kepada kapal nelayan, jasa pelayaran, agar lebih waspada dan tidak memaksakan diri hingga kondisi cuaca kembali membaik dan tetap mengikuti update informasi dari BMKG.(*)












