Ragam  

Gelombang Laut Tinggi, Nelayan di Lhokseumawe Tidak Melaut

Para nelayan di Kota Lhokseumawe menambatkan perahu mesin, sambil memperbaiki kerusakan alat tangkap (pukat darat), Rabu, (29/2/2024). (Foto/Alfatir).

Habapublik.comLhokseumawe : Menyusul Peringatan dini di keluarkan BMKG Malikulsaleh terkait gelombang tinggi diperairan laut, sejumlah nelayan tardisional diseputaran kota Lhokseumawe memilih beristirahat tidak turun melaut.

Menurut pantauan dikawasan Pusong KP 3 Kecamatan Banda Sakti, terdengar gemuruh ombak menghantam di bebatuan tanggul pemecah ombak yang ada dipesisir pantai kota Lhokseumawe. Sementara Para nelayan tampak menambatkan perahu mesin, sambil memperbaiki kerusakan alat tangkap (pukat darat), Rabu, (29/2/2024).

Salah seorang Nelayan ditemui dilokasi KP3 Dedi mengaku, dengan situasi ombak yang tinggi mereka tidak bisa beraktifitas seperti hari biasa mencari ikan dilaut. Selain mengkhawatirkan kondisi Perubahan cuaca tidak menentu, mereka juga terpaksa membatalkan niat turun melaut demi menjaga memperkecil resiko dan menjaga keselamatan.

”Kami sadar akan keselamatan, Kalau memang cuaca buruk, kami memilih tidak melaut. Begitu juga kalau sudah di lautan, ketika cuaca buruk saya pribadi langsung segera kembali ke darat,” katanya, Rabu (29/2/2024).

Dia tegaskan pula bahwa nelayan di pesisir pantai Kota Lhokseumawe menyadari pekerjaan menangkap ikan lebih membahayakan dibandingkan dengan pekerjaan lain. Saat cuaca sedang buruk, sebisa mungkin nelayan memilih membatalkan niatnya untuk melaut.

Berdasarkan Infomasi disampaikan Prakirawan BMKG Malikulsaleh Aceh Utara dikatakan Febrianto, dari hasil pemantauan pihaknya gelombang ombak di perairan laut pada hari ini tergolong tinggi hingga mencapai satu setengah meter dengan kecepatan angin 32 hingga 40 kilometer perjam.

”Diperairan laut laut hari ini kita pantau gelombang nya cukup tinggi, sekitar satu setengah meter, kemudian kecepatan angin juga lumayan tinggi 32 hingga mencapai 40 kilometer perjam, jadi katagorinya lumayan tinggi,” Kata Febrianto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *