Pusong Banda Sakti, Tertinggi Kasus Balita Stunting di Lhokseumawe

Petugas kesehatan melakukan penanganan secara khusus, yakni meningkat penyuluhan dan pendampingan melalui pemanfaatan keberadaan Pustu dan Rumah gizi gampong di desa Pusong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.Foto/Alfatir.

Habapublik.com, Lhokseumawe: Dari Jumlah sekitar 752 Kasus Balita Stunting tersebar di 4 Kecamatan Kota Lhokseumawe, Desa Pusong Kecamatan Banda Sakti merupakan Desa atau Gampong yang paling tinggi ditemukan kasus Balita stunting dan gizi buruk juga permaslahan ibu hamil kurang energi.

Untuk diketahui, bahwa tingginya kasus Balita Stunting dan Gizi buruk di daerah penghasil ikan tepatnya dipesisir pantai Desa Pusong ini tidak hanya disebabkan persoalan kekurangan asupan gizi dan nutrisi ibu hamil.

Akan tetapi persoalan kebersihan lingkungan, dan sanitasi tidak baik dilingkungan tempat tinggal ibu hamil yang kumuh didesa tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza telah mendorong terciptanya kelahiran anak yang tidak sehat, yakni tingginya angka Stunting dan Balita Gizi buruk.

”Sebenarnya untuk penanganan stunting itu ada memang yang Kecamatan yang tinggi angka stuntingnya itu di kecamatan Banda Sakti di desa pusong, di situ terbanyak anak-anak yang terpapar dengan stunting,“Kata Safwaliza Kadinkes Kota Lhokseumawe.

Dalam mempercepat penanggulangan kasus didesa tersebut, Pj Walikota Lhokseunawe A. Hanan dikatakan, Safwaliza telah memberikan arahan kepada petugas kesehatan untuk melakukan penanganan secara khusus, yakni meningkat penyuluhan dan pendampingan melalui pemanfaatan keberadaan Pustu dan Rumah gizi gampong didesa tersebut.

”Desa Pusong itu fokus kita di samping desa-desa yang lain agar anak stunting itu bisa kita keluarkan dari zona rantingnya,”kata Safwaliza

Tanpa mengenyampingkan penanganan balita Stunting yang ada 68 Desa tersebar di 4 wilayah kecamatan, pihaknya telah menetapkan penanggulangan secara khusus yang di fokus melalui melalui Pengembangan rumah Gizi Gampong didesa Pusong tersebut.

”Nah untuk itu Penanganannya kita sama semua dalam penanganan stunting ini baik yang tinggi maupun yang rendah yaitu dengan memberi asupan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal itu akan diberikan setelah dimasak oleh kader yang sudah terlatih dan itu akan diberikan setiap hari kepada anak-anak yang stunting,“

Sesuai data terbaru Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, angka stunting tahun 2023 berjumlah 805 balita, namun saat ini turun menjadi 752 balita. Secara urutan, Kota Lhokseumawe kini menempati posisi kedua terendah kasus stunting di Provinsi Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *