Habapublik.com, Banda Aceh : Sebanyak 387 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-12 telah diberangkatkan dari Mekkah menuju Madinah untuk beribadah dan ziarah ke Raudhah dan sejumlah tempat lainnya di Kota Madinah.
“Jemaah BTJ-12 diberangkatkan ke Madinah jam 16.00 Waktu Arab Saudi, Sabtu, 13 Juli 2024. Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke Tanah Air dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” ujar Ketua Petugas Penyelenhgara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari di Asrama Haji Aceh, Minggi, 14 Juli 2024.
Ia menjelaskan, setelah seluruh jemaah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah, maka seluruh layanan jemaah haji Indonesia terkonsentrasi di Madinah.
Azhari mengatakan, masih ada beberapa jemaah haji Aceh dalam perawatan Rumah Sakit Arab Saudi di Makkah. “Hingga Sabtu (13/7/2024), ada 2 jemaah yang masih dalam perawatan rumah sakit di Mekkah,” katanya.
Jika jemaah dinyatakan sembuh di RSAS, mereka akan dievakuasi oleh tim KKHI Mekkah dan KKHI Madinah. Ia mengatakan, ada 3.132 jemaah haji Aceh yang berada di Madinah dan bersiap-pulang ke tanah air.
Sampai Sabtu, 13 Juli 2024, jemaah haji Aceh yang sudah tiba Tanah Air berjumlah 1.562 orang. Mereka tergabung dalam 4 kloter, masing-masing 393 jemaah kloter 01, 388 jemaah kloter 02, 392 jemaah kloter 03 dan 389 jemaah kloter 04.
“Malam ini (minggu malam-red) akan tiba jemaah haji kloter BTJ-05. Insyaallah akan pulang secara bertahap sampai 22 Juli 2024,” ujarnya.
Menanti kepulangan ke Tanah Air, Azhari mengingatkan seluruh petugas kloter agar dapat menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tertib, dan patuh terhadap rambu serta aturan yang telah ditetapkan.
“Setiap petugas agar menjadi teladan yang baik bagi para jemaah, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” katanya.
Ia mengatakan disiplin adalah kunci dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pelaksanaan ibadah haji.
“Disiplin dan mengikuti arahan dari petugas kloter. Disiplin dalam hal makan, minum, dan istirahat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan stamina selama waktu waktu menunggu kepulangan,” ujarnya.
“Kemudian, tetap tertib dalam perjalanan dan tidak memisahkan diri dari rombongan tanpa melaporkan kepada petugas. Ketertiban dan koordinasi yang baik akan membantu kita semua menjalani ibadah haji dengan lancar dan aman,” ungkapnya.
ia juga mengimbau jemaah untuk tetap menjaga kesehatan dengan makan, minum dan istirahat yang cukup, dan mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter.
“Jemaah haji agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan karena cuaca di Madinah masih tergolong tinggi. Kalaupun harus bepergian, tetap mengenakan alat pelindung diri berupa payung, topi lebar dan kaca mata hitam. Jangan lupa membawa air minum untuk mencegah dehidrasi,” kata Azhari.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak segan-segan menghubungi petugas kesehatan jika mengalami kendala dalam hal kesehatan.
“Marilah kita bersama-sama menjadikan ibadah haji ini sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan tetap menjaga disiplin dan ketertiban dalam setiap langkah kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran kepada kita semua,” pungkasnya.(*)












